TAWURAN , Mencari Solusi (BI-01-SS-12)

Pada saat ini hampir setiap hari terjadi tawuran antar pelajar, terutama di kota-kota besar di Indonesia baik antar pelajar, mahasiswa, bahkan warga atau pun suku yang berbeda kepentingan. Tetapi yang paling sering terjadi adalah tawuran antar pelajar, padahal mereka sendiri sebagai masa depan bangsa di sekolahkan agar memiliki akal bukan malah menjadi nakal.

disini ada beberapa penyebab pelajar tawuran seperti:

  • lemahnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak
  • kurangnya kasih sayang orang tua
  • broken home
  • pengaruh lingkungan pergaulan (kelompok)
  • serta beban berat tekanan sistem pendidikan yang membuat anak stress
  • dan yang lainnya.

untuk mengurangi terjadinya tawuran antar pelajar menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh berencana menambah jam siswa di sekolah. Rencana itu akan dilebur seiring dengan kurikulum nasional yang diperbarui. Mendikbud menilai, ada nilai sosial yang berubah, terlalu lama di luar sekolah membuat anak terpancing melakukan hal negatif.

“Mengapa perubahan jam sekolah ini dibutuhkan? Karena kondisi sosial kita berubah. Kalau dulu kita pulang ke rumah itu orangtua masih ada dan permainan juga masih baik tapi sekarang begitu pulang sekolah anak cenderung liar karena orangtua terlalu sibuk dan kita ingin menahan mereka biar lebih lama di sekolah,” kata Nuh. Senada yang disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Raihan Iskandar setuju dengan rencana pemerintah menambah jam belajar di sekolah. Menurutnya, perlunya pengemasan kurikulum yang nyaman bertujuan  untuk memacu kreatifitas anak-anak sejalan dengan diberikannya waktu bereksperimen atau mempraktekkan mata pelajaran seperti Matematika terapan, Fisika dan Kimia terapan, Kewirausahaan terapan, dan kegiatan sosial lainnya.

Tapi ada beberapa pihak yang merasa kurang setuju dengan usulan tersebut, karena ada anggapan sekolah bahwa sekolah bisa sebagai tempat penitipan anak saja. Bagaimana dengan peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya? Ini juga yang mesti diberikan pemahaman kepada orang tua siswa.

Ada pula beberapa solusi untuk mengurangi tawuran yang seharusnya di lakukan :

  • Para pelajar wajib diajarkan dan memahami bahwa semua permasalahan tidak akan selesai jika penyelesaiannya dengan menggunakan kekerasan.
  • Melakukan komunikasi dan pendekatan secara khusus kepada para pelajar untuk mengajarkan cinta kasih.
  • Memberikan arti pengajaran ilmu beladiri yang mempunyai prinsip penggunaan untuk menyelamatkan orang dan bukan untuk menyakiti orang lain.
  • Memberikan pelajaran tentang agama yang mendalam, agar para pelajar bisa membedakan mana perbuatan baik dan buruk.
  • Mengajarkan ilmu yang membahas tentang hokum,norma di lingkungan pelajar.
  • Mengajarkan ilmu sosial Budaya, ilmu sosial budaya sangat bermanfaat untuk pelajar khususnya, yaitu agar tidak salah menempatkan diri di lingkungan masyarakat.
  • Tindakan kekerasan pasti akan menular, Pihak yang berwenang haruslah tegas memberikan sanksi untuk pelaku tindak kekerasan.

http://marhenyantoz.wordpress.com/2012/09/27/solusi-mengatasi-tawuran/

http://cariinfo-nesya.blogspot.com/2012/10/5-cara-mengatasi-tawuran-antar-pelajar.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s