Sleeping Paralysis

Apa sih sleeping paralaysis?

Kalau kita bicara mengenai sleeping paralaysis mungkin masyarakat Indonesia masih banyak yang bertanya-tanya, tapi kalau kita bicara ketindihan/erep-erep pasti banyak yang sudah tahu atau mungkin pernah mangalaminya. Sleeping paralysis ini bisa dibilang suatu fenomena yang menarik tapi juga bisa dibilang menyeramkan bagi yang sering mengalaminya karena disaat kita merasakan ketindihan dan sesak nafas tidak jarang kita juga seperti melihat sosok bayangan hitam di sekitar kita, sehingga banyak orang yang menganggap hal tersebut sebagai fenomena mistis.

Dalam kacamata kesehatan, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur kemudian merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Tindihan bisa terjadi pada lelaki atau perempuan. Usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini pun bermacam-macam, biasanya mulai usia 14 tahun hingga orang dewasa pun terkadang masih ada yang suka mengalaminya. Sleep paralysis bisa berlangsung dalam hitungan detik, hingga menit.

 

Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis adalah sejenis halusinasi akibat adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).

Sebagai pengetahuan saja, berdasarkan gelombang otak, tidur kita terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap REM inilah mimpi terjadi. Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke tahapan mimpi alias REM. Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah fenomena sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok atau bayangan lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur. Nah, itu lah penjelasan fenomena sleep paralysis secara medis (kesehatan).

 

Saya sendiri sempat mengalami hal seperti ini, dan gangguan tidur ini hanya terjadi di malam hari tidak ketika tidur di siang hari. Mungkin hal seperti itu juga yang banyak menyebabkan seseorang berfikiran kalau itu terjadi akibat gangguan makhluk halus (termasuk saya). Pertama mengalami hal ini saya sendiri merasa cukup ketakutan, karena banyak orang bilang di tindih makhluk halus, bahkan pernah saat ketindihan tersebut melihat beberapa sosok hitam yang tidak terlalu jelas terlihat wajahnya.

Ketika tidur fenomena sleeping paralysis ini bisa terjadi hingga 2 atau 3 kali saat menjelang tidur sebelum bisa terlelap, walaupun begitu hal ini tidak terjadi setiap malam. Bagi yang sering mengalami hal ini mungkin akan terasa memuakkan bahkan setres yang mengakibatkan terjadinya kurang tidur.

Untuk yang ingin terbebas/terhindar dari sleeping paralaysis ada sebuah tips, tips ini pun saya dapat dari seseorang setelah beberapa jam berselancar dengan om gogle. Caranya mudah cukup membaca surat al-ikhlas sebanyak 100 kali, insya allah gangguan tidur tersebut tidak akan menghampiri kalian lagi. Saya sendiri yang pernah mempraktekkan hal tersebut dan alhamdulillah berhasil, ya mau percaya atau tidak semua tergantung pada keyakinan masing-masing orang. Kalau kita percaya hal tersebut dapat membantu , insya allah akan bermanfaat (berpengaruh), tapi bagi yang tidak percaya mungkin tidak akan ada perubahan.

 

Berikut beberapa mitos mengenai sleeping paralaysis

  • Di budaya Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut dengan istilah the devil riding your back atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.
  • Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
  • Di budaya Islandia, disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.
  • Di budaya Hungaria, disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.
  • Di budaya Arab, sering disebut sebagai Kaboos, atau Ja-thoom yaitu apa yang duduk pada sesuatu, meskipun istilah Kaboos juga digunakan untuk merujuk pada segala bentuk mimpi buruk. Namun, berdasarkan cerita rakyat di negara-negara Arab, Kaboos diyakini sebagai Setan atau Ifrit yang menduduki dada seseorang.
  • Di budaya Turki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.
  • Di budaya Jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.
  • Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.
  • Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.
  • Di budaya Vietnam, disebut ma de yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.
  • Di budaya Malta, gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.
  • Di budaya Papua Nugini, fenomena ini disebut Suk Ninmyo. Ini adalah pohon keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.
  • Di kampungku sleep paralysis lebih populer dengan istilah tindihan/ketindihan, menurut kepercayaan orang jawa yaitu dimana makhlus halus sedang kurang kerjaan gangguin tidur kita.

jadi, intinya sleeping paralaysis itu karena apa sih? gangguan kesehatan, atau makhluk halus!

semua tergantung dari segi mana kita menyikapinya. .

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s