Enaknya, ”PLESIRAN” Anggota DPR

98453_475Masyarakat Indonesia memang sudah tidak asing lagi bila mendengar berita mengenai anggota DPR yang melakukan kunjungan kerja keluar negeri. Tapi yang jadi keresahan bagi masyarakat apakah benar itu semua adalah kunjungan kerja atau anggota DPR biasa menyebutnya dengan studi banding, sedangkan hasil dari kunjungan tersebut bisa dibilang tidak terlihat bahkan tidak ada sama sekali. Bahkan dari liputan yang di dapatkan wartawan dan di siarkan faktanya pada sebuah kunjungan kerja selama satu minggu ke EROPA pernah terjadi mereka hanya melakukan studi banding pada beberapa instansi pemerintah di negara tujuan tidak sampai setengah hari bahkan hanya beberapa jam, tetapi setelah itu dan di hari-hari berikutnya mereka tertangkap kamera sedang shopping di pusat-pusat perbelanjaan dan mengunjungi tempat hiburan.

Dan yang lebih menyesakkan lagi, mereka turut membawa keluarganya pada kunjungan kerja tersebut. Mungkin kalau mereka memakai uang mereka pribadi tidak akan jadi masalah, tetapi kenyataannya mereka terlalu pintar dengan memanfaatkan semaksimal mungkin uang anggaran yang jumlahnya cukup besar dari pemerintah yang tentunya berasal dari dana masyarakat. Padahal bila dana tersebut bisa di gunakan secara efisien akan banyak sisa yang dapat di limpahkan pada sektor lain yang masih kekurangan seperti pendidikan, kesejahteraan dan kesehatan.

 

Melalui survey yang dilakukan Aktivis Indonesia Budget Center (IBC), Roy Salam, mengatakan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat tidak berkomitmen untuk menghentikan kegiatan kunjungan dinas yang disinyalir menjadi ajang pelesiran ke luar negeri sesuai dengan janjinya. Alokasi anggaran pelesiran pada tahun depan justru meningkat tajam, mencapai 77 persen. “Anggaran pelesiran ini sarat dengan penyalahgunaan,” kata Roy, Jumat, 14 September 2012.

Data yang lebih mencengangkan lagi yang di peroleh IBC, dana perjalanan anggota Dewan ke luar negeri untuk semua komisi dan Badan Legislatif pada 2012 hanya Rp 139,9 miliar. Tahun depan, anggaran tersebut meningkat menjadi Rp 248 miliar. Dari anggaran kunjungan tersebut, alokasi kegiatan legislasi sebesar Rp 81 miliar dan pengawasan sebesar Rp 73 miliar. Ada juga anggaran pelesiran Badan Anggaran Rp 4,06 miliar.

Roy mengatakan, peningkatan anggaran tersebut terindikasi sarat dengan pemborosan. Sebab, biasanya dalam setiap kunjungan kerja anggota DPR, negara tujuan tidak sesuai dengan isu dan substansi kunjungan yang tidak mendesak. “Sebagian anggota DPR yang melakukan kunjungan justru ada yang hanya jalan-jalan. Ada juga yang tidak paham dengan negara tujuan,” kata dia.

Dia mendesak agar Dewan mengevaluasi pembengkakan anggaran dana pelesiran tersebut. “Kalau perlu dihentikan sesuai dengan janji anggota Dewan.”

Jadi untuk apa ada kunjungan kerja keluar negeri tetapi tidak mendapakkan hasil sama sekali. Mereka hanya memikirkan liburan  tanpa berfikir kalau yang mereka gunakan adalah uang rakyat yang semestinya bukan menjadi hak-nya.

 

http://www.tempo.co/read/news/2012/09/14/078429581/Dana-Kunjungan-Wisata-Dinas-DPR-Naik-77-Persen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s