Kiat-kiat Jokowi Hadapi Banjir

188321_banjir-di-thamrin_663_382

Untuk mengurangi dampak terjadinya banjir, setidaknya harus di mulai dari diri kita sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama di saluran air. Karena sampah yang di buang ke got dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan aliran air,  sehingga menyebabkan terjadinya genangan air di jalan. Bayangkan saja berapa banyak orang yang membuang keresek sampah setiap harinya di sungai serta barang-barang perabotan besar yang sudah tidak terpakai yang mengambang di sungai. Itu semua mengakibatkan pengendapan serta penyumbatan sehingga daya tampung air di sungai berkurang. Belum lagi masyarakat yang membangun rumah semi permanen bahkan permanen di bantaran sungai yang sangat berperan besar mengurangi lebar sungai hingga terjadi banjir.

Banyak cara dan upaya yang sudah dilakukan untuk mengatasi banjir yang terjadi di Jakarta, namun belum ada yang berdampak signifikan. Seperti pengerukan sungai, pembangunan Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat serta relokasi warga yang bertempat tinggal di bantaran sungai pada masa kepemimpinan Bang Yos, sapan akrab Sutiyoso.

Gubernur yang sekarang Joko Widodo akan memaksimalkan fasilitas yang telah ada sebalumnya serta berencana untuk untuk melakukan beberapa inovasi lain untuk mengatasi banjir.

Pertama, Jokowi mengusulkan pembangunan normalisasi Sungai Ciliwung. Pemerintah Provinsi Jakarta sudah menyiapkan anggaran Rp250 milliar untuk program ini. “Di Pesanggrahan, Angke, dan Sunter, kami sudah siapkan Rp400 miliar untuk pembebasan tanah,” tuturnya.

Kedua, pembangunan Waduk Ciawi dan Waduk Cimanggis. Menurut Jokowi, pembangunan kedua waduk dapat mengurangi banjir di Jakarta. Untuk itu, ia berharap pemerintah pusat dapat mendukung dan program ini bisa dikerjakan pada tahun ini.

Ketiga, pembangunan sistem pompa air di Jakarta Utara, di antaranya di Muara Baru dan Ancol. “Ini agar dipercepat. Tahun ini, pengerukan sungai kecil,” ujarnya. Jokowi juga mengusulkan pembangunan sumur resapan dengan kedalaman 4 sampai 200 meter. Cara ini, menurut dia, akan mengurangi banjir di Jakarta secara signifikan.

Jokowi juga berencana membangun terowongan multifungsi (deep tunnel). Rencana ini dianggarkan Rp16 triliun dan akan dibangun hingga 2016. Terowongan ini rencananya dibangun sepanjang 19 kilometer. Membentang dari Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, hingga ke Pluit, Jakarta Utara. Terowongan akan dibor hingga kedalaman 40 meter dengan diameter 17 meter.

Menurut dia, pembangunan deep tunnel penting dilakukan karena dianggap sebagai skenario ketika menghadapi banjir yang melanda Ibu Kota. “Kami harus punya skenario untuk menghadapi banjir. Dengan deep tunnel ketika air sudah mencapai bibir tanggul atau bahkan jebol, kami sudah tahu kemana air harus dialirkan,” tuturnya.

http://fokus.news.viva.co.id/news/read/384270-1001-cara-dilakukan–jakarta-masih-banjir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s