Hitung-hitungan Proyek MRT

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, hari ini Rabu (28/11/2012) menyatakan siap mengambil keputusan soal berlanjut tidaknya proyek mass rapid transit (MRT) Jakarta.

Dia menargetkan pembangunan MRT tahap I untuk jalur Lebak Bulus-Bundaran HI bisa dipercepat sehingaa bisa rampung selambat-lambatnya pada 2015. Sementara pembangunan untuk tahap kedua yakni dari Bundaran HI-Kampung Bandan bisa dirampungkan pada 2017.

Sistem anggaran untuk pembangunan tahap pertama sudah dilakukan melalui perjanjian kerja sama antara pemerintah pusat dan Japan International Cooperation Agency. Untuk pembangunan tahap kedua, sambung Jokowi, berpotensi mengalami perubahan.

“Yang tahap kedua, DED (Detail Engineering Design)-nya saja belum dilakukan. Nanti kalau yang tahap dua, pendanaannya bisa cari yang lain,”tuturnya.

Sebelumnya, pihak MRT telah memberikan klarifikasi mengenai proses pembiayaan pembangunan MRT di Jakarta yang belakangan disebut terlalu mahal. Menurutnya, membandingkan capital cost/km di Indonesia dengan negara lainnya dalam pembiayaan pembangunan moda transportasi massal tersebut dinilai kurang akurat.

Sejauh ini, beberapa kalangan mengatakan proyek MRT membutuhkan biaya pembangunan Rp1 triliun/km. Hitungan tersebut diperoleh dengan membagi jumlah pinjaman yakni sekitar Rp16 triliun untuk membangun jalur MRT sejauh 15,7 km seperti pembiayaan di negara lain. Tetapi harga kontrak tersebut sudah terjadi lebih dari 10 tahun yang lalu. Proses perbandingan dilakukan tanpa memperhatikan eskalasi harga ke tahun yang sama,”  jelas Dirut PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo

Dia mencontohkan, capital cost/km untuk pembangunan MRT Singapura pada 1990 adalah US$37,3 juta. Sementara setelah dilakukan penyesuaian menggunakan US construction cost index untuk 2002, biaya yang dikeluarkan menjadi US$54,4 juta. Bagaimana dengan proyek yang di mulai tahun 2012?, tentu memerlukan perhitungan lagi.

Sedangkan mengenai harga tiket MRT yang akan di bebankan, diperkirakan sekitar  Rp 38.000. Harga tersebut adalah harga yang berlaku pada 2017. Saat itu pendapatan domestik bruto kita sudah 7.000 dollar AS. Namun, angka Rp 38.000 tetap angka yang sangat mahal,” jelas Menteri Perekonomian  Hatta Rajasa.

Beban pengembalian pinjaman kepada JICA tersebut, berpengaruh pada besaran subsidi yang akan diberikan Pemprov DKI pada harga tiket MRT. “Harga tiket masih tergantung bebannya berapa, saya ingindi bawah Rp 10.000. Soalnya, kalau di Singapura hanya 1 dollar Singapura, kan kira-kira Rp 7.000 sampai Rp 8.000. Kami angkanya kira-kira seperti itu, Rp 10.000-an untuk tahun 2015,” kata Jokowi.

yaa semoga bisa lekas tercapai ya Pak Gubernur. . .

 

http://www.solopos.com/2012/11/28/hari-ini-penentuan-proyek-mrt-jakarta-351500

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s