Mobil Listrik Buatan Indonesia Masih Lebih Mahal

Pasar mobil listrik semakin menggeliat, baik di pasar automotif gobal maupun nasional. Di Indonesia sudah ada beberapa lembaga yang mulai membuat mobil listrik.

Namun yang menjadi kendalanya yakni, mobil listrik harganya masih mahal dan sulit dijangkau oleh kalangan menengah kebawah, mobil listrik saat ini hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu. Mahalnya harga mobil listrik di Indonesia terpengaruh soal biaya produksi, dan harga baterai yang tinggi.

Salah satunya adalah mobil listrik buatan ITS. mobil yg diberi nama Electric City (EC) ITS menghabiskan modal Rp 500 juta. ITS memperkirakan jika dapat diproduksi massal mobil, harga mobil dapat dipasarkan dengan harga Rp 200 jutaan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Laboratorium Sistem dan Otomasi Industri ITS Nur Yuniarto di situs resmi ITS, Minggu (27/1/2013).

Mobil listrik ini mengambil konsep Sport City Car dengan 4-seater. Hampir seluruh komponen mobil merupakan karya sendiri. Mulai dari sistem penggerak, platform, desain bodi, desain lampu, hingga sistem kontrol. Sedangkan komponen yang terpaksa membeli adalah baterai dan motor. “Mobil ini memang menonjolkan sisi platform-nya,” lanjut Nur.

Berbeda dengan Indonesia, di China ada salah satu perusahaan baru yang bernama Alvarez Electric Motors Company (AEMC). Perusahaan itu baru saja meluncurkan tiga mobil listriknya dan dijual di Amerika Serikat (AS). Demikian dilansir Autoevolution, Rabu (1/8/2012).

Tiga mobil listrik tersebut terdiri dari tiga tipe, yakni mobil listrik kecil dua penumpang yang disebut Eco E, truk pick-up kecil yang disebut EcoTruck dan yang terakhir dengan tipe Van dengan nama EcoVan. Ketiganya memiliki harga yang tergolong murah diantara mobil listrik lainnya.

Untuk Eco E dijual mulai USD9.995 atau setara Rp94 jutaan, untuk EcoTruck dijual USD16.995 atau setara Rp160 jutaan dan yang terakhir EcoVan yang dibanderol USD17.995 atau setara Rp169 jutaan.

Kendaraan listrik ini dibuat oleh Liuzhou Wuling Special Purpose Vehicle Manufacturing Co. Perusahaan AEMC ini didirikan oleh Lincoln dan pemilik diler Jaguar di California. Perusahaan ini yang mengimport langsung mobil listrik tersebut dari China.

Di Indonesia, harga mobil listrik buatan lokal seperti Ahmadi diperkirakan akan berada di atas Rp200 juta dan Dahlan Iskan yang merancang sedan sport listrik di Yogyakarta, harga dipatok minimal Rp1,5 miliar. Meskipun beda segmen, tapi mobil listrik di Indonesia jauh lebih mahal ketimbang mobil listrik yang berada di luar negeri.

 

http://autos.okezone.com/read/2012/08/01/52/671666/mobil-listrik-buatan-china-lebih-murah-dibanding-indonesiamobil-listrik-buatan-china-lebih-murah-dibanding-indonesia

http://oto.detik.com/read/2013/01/27/090735/2153153/1207/jika-diproduksi-massal-mobil-listrik-its-dijual-rp-200-jutaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s