METODE KUADRAT TERKECIL SEBAGAI DASAR ANALISIS BIAYA REPARASI DAN PEMELIHARAN MESIN X PADA PT.XXX

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan guna melengkapi syarat-syarat untuk mencapai

gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Jenjang Strata Satu

Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

Nama          : Vahmy Arria Fadlurrahman

NPM         :                                    28210343

Jurusan      :                                    Akuntansi

Kelas         :                                         4EB10

 FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

2014

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah

Perusahaan pada umumnya berusaha untuk menghasilkan laba secara terus menerus agar dapat menjamin kelangsungan hidup bagi perusahaan tersebut. Dalam menjalankan usahanya perusahaan akan berupaya untuk meminimkan pengeluaran, tujuan perusahaan tersebut akan berjalan dengan baik apabila perusahaan mampu mengendalikan pengeluaran biaya dengan lebih efektif.

Untuk menjaga peralatan dan mesin-mesin tersebut dapat terus dipakai demi kelangsungan proses produksi pada perusahaan maka mesin dan peralatan tersebut harus dipelihara dan dirawat, serta memakai mesin dan peralatannya pada tingkat volume biasanya diukur dengan satuan jam mesin yaitu seberapa lama mesin  itu dipakai dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu pihak perusahaan juga perlu memperhatikan besarnya biaya pemeliharaan dan reparasi mesin tersebut, terutama besarnya perubahan biaya. Perubahan biaya merupakan hal yang paling penting terutama dalam pengambilan keputusan, apakah keputusan tersebut menambah atau mengurangi anggaran biaya reparasi dan pemeliharaan. Bila angaran yang ditetapkan terlalu kecil, maka akan menghambat kelancaran proses produksi karena kurangnya dana untuk memperbaiki mesin yang mengalami kerusakan, bila hal ini terus berlanjut maka perusahaan akan mengalami kerugian. Demikian pula sebaiknya bila anggaran yang ditetapkan terlalu besar akan menyebabkan adanya idle fund (dana yang menganggur) kemungkinan terjadi manifulasi semakin besar, selain itu pengaruh nilai waktu luang akan mengakibatkan nilai dana tersebut semakin lama semakin kecil dan akhirnya akan mengakibatkan kerugian pada perusahaan tersebut.

Apabila hubungan antara volume kegiatan produksi dengan biaya pemeliharaan reparasi mesin dapat diketahui maka perusahaan akan dapat memperkirakan tentang biaya yang relavan sehingga dapat memutuskan berapa biaya anggaran yang akan ditetapkan diwaktu yang akan datang dengan tingkat volume produksi tertentu.

Oleh karena itu semakin tepatnya suatu keputusan tergantung keakuratan suatu estimasi (penafsiran). Dengan melihat betapa pentingnya keakuratan estimasi biaya pemeliharaan dan reparasi mesin. Berdasarkan pembahasan diatas, maka penulis mengambil judul “Metode Kuadrat Terkecil Sebagai Dasar Analisis Biaya Reparasi Dan Pemeliharaan Mesin X Pada PT.XXX”.

1.2    Rumusan Masalah dan Batasan Masalah

1.2.1.      Rumusan Masalah

Masalah yang ditimbulkan dari perusahaan dalam mengestimasikan biaya reparasi dan pemeliharaan mesin adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana cara pengestimasian biaya reparasi dan pemeliharaan?
  2. Berapakah persamaan linier untuk menentukan jumlah biaya taksiran reparasi dan pemeliharaan pada tahun 2006?
  3. Bagaimana hubungan biaya reparasi dan pemeliharaan dengan volume kegiatan?

1.2.2.      Batasan Masalah

Mengingat luasnya pokok permasalahan yang dihadapi suatu perusahaan,maka dalam karya ini penulis membatasi ruang lingkup yaitu bagaimana pengestimasian biaya reparasi dan pemeliharaan mesin berdasarkan volume kegiatan produksi pada setiap departemen Pharma Plant khususnya mesin X periode 2005 dan dan tidak memperhitungkan tahun perolehan aktiva tetap dan metode yang digunakan adalah metode kuadrat terkecil.

1.3  Tujuan Penelitian

Dengan adanya rumusan masalah maka tujuan penelitian adalah untuk dapat mengetahui  biaya yang relavan pada perusahaan dengan melihat korelasi hubungan antara biaya reparasi dan pemeliharaan mesin berdasarkan perubahan volume kegiatan pada perusahaan “ACTAVIS”,Sehingga dapat menaksirkan biaya reparasi dan pemeliharaan mesin untuk tahun yang akan datang.

1.4  Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian yang penulis buat meliputi :

  1. Manfaat akademis

Penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan informasi     mahasiswa dalam pengestimasian biaya reparasi dan pemeliharaan mesin.

  1. Manfaat praktis

Penelitian ini bermanfaat untuk perusahaan dengan cara membandingkan metode yang dipakai perusahaan terhadap metode penelitian yang penulis buat dan memberikan solusi kepada perusahaan dalam mengestiman biaya reparasi dan pemeliharaan mesin.

  

1.5.Metode Penelitian

1.5.1. Objek Penelitian

 Nama perusahaan         : PT. XXX

Alamat perusahaan      : Jl ABC

1.5.2. Data Perusahaan

 Data yang penulis ambil adalah Data Primer yaitu Data yang belum diolah perusahaan.

1.5.3. Metode Pengumpulan data

Metode penulisan yang hanya digunakan dalam penyusunan penulisan ilmiah dengan cara:

  1. Studi kepustakaan

Penulis melakukan penelitian kepustakaan dengan membawa buku, literature, serta tulisan-tulisan yang berkaitan dengan masalah.

  1. Studi lapangan

Dilakukan dengan cara mengadakan penelitian langsung (observasi) terhadap objek yang diteliti dengan meminta data yang berhubungan dan pembahasan masalah serta mewawancarai pihak yang berkaitan diperusahaan.

1.5.4. Alat analisis yang digunakan 

Alat analisis yang penulis gunakan dapat merupakan salah satu atau kombinasi dari:

  1. Analisis deskrptif

Penulis menggunakan tabel dalam menganalisa masalah.

  1. Analisa kuantitatif

Penulisan menggunakan rumus dengan metode kuadrat terkecil langkah-langkah :

  1. Menentukan besarnya biaya variabel satuan (b)
  1. Menentukan besarnya total biaya tetap (a)
  1. Menentukan anggaran biaya fleksibel

Y = a + b x

Ket :

X = Kapasitas jam mesin

Y = Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1. Pengertian dan Tujuan Estimasi Biaya

Pengetahuan mengenai bagaimana suatu biaya akan berubah dibawah berbagai macam pengaruh merupakan hal penting dalam estimasi biaya dimasa yang akan datang.

Masalah yang dihadapi akuntan dan manager sering kali disebut dengan penaksiran (estimasi) biaya atau apoksimasi biaya, yang merupakan usaha untuk merinci variable hubungan yang mendasar antara variable bebas (X) dan variable tidak bebas (Y).

Pengertian estimasi biaya menurut Sudarto (1996,134) adalah: “Merupakan jumlah yang timbul dari semacam estimasi. Jumlah tersebut dinyatakan kira-kira, baik biaya tetap maupun biaya variable, karena sulit dinyatakan jumlah yang pasti sejak sebelumnya”.

Sedangkan estimasi biaya menurut Hongren (1992,279) adalah: Usaha untuk merinci hubungan yang mendasar antara X hubungan yang mendasar antara Xah) relevan (Relevant Range) dari X yang ditentikan menjadi perhatian kita. Jadi dengan suatu kuantifikasi atas variable bebas X (misalnya jarak KM yang ditempuh), berapa besar variable tidak bebas Y (misalnya, total biaya reparasi).

Dari kedua definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa estimasi biaya adalah jumlah biaya yang merupakan variable tidak bebas yang tergantung dari variable bebas bedasarkan suatu hubungan atau pola tertentu.

Sedangkan tujuan estimasi biaya adalah untuk menunjukan rencana biaya yang diterapkan dimasa mendatang dan membantu pihak manajemen dalam pengambilan keputusan.

2.1.1. Pengertian Prilaku Biaya.

Pengertian prilaku biaya menurut Abdul Halim dan Bambang Supomo (1990,13) adalah: “Pola perubahan biaya dalam kaitan dengan perubahan volume kegiatan atau aktivitas perusahaan”.

Pengertian prilaku biaya menurut Mulyadi (1999,507) adalah: “Hubungan antara total biaya dan perubahan volume kegiatan”.

Pengertian prilaku biaya menurut Charles T. Horngren (1992,265) adalah “Hubungan antara biaya total dengan perubahan – perubahan yang terjadi dengan volume kegiatan “.

Pengertian prilaku biaya menurut Don R Hansen dan Maryanne M. Mowen (2000,85) adalah: “Istilah umum untuk menggambarkan apakah dalam hubungan  perusahaan dengan keluaran kegiatan”.

Pengertian prilaku biaya menurut Henry Simamora (1999,132) adalah “Bagaimana suatu biaya akan bereaksi untuk memberikan respons terhadap perubahan tingkat aktivitas usaha”.

Dari definisi diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa prilaku biaya adalah hubungan berdasarkan tingkah laku dan digunakan untuk menaksir biaya dan pengambilan keputusan.

2.1.2. Penentuan Prilaku Biaya

Menurut Mulyadi (2005,470) ada 3 faktor yang harus diperhitungkan dalam menetapkan pola prilaku suatu biaya adalah sebagai berikut:

1. Harus dipilih biaya yang akan diselidiki, pola prilaku biaya ini merupakan variable tidak bebas (dependet variable) dan biasanya dinyatakan dengan symbol Y.

2. Harus dipilih variable bebas (independent variable) yaitu suatu yang menyebabkan biaya tersebut berfluktuasi.

3. Harus dipilih kegiatan yang relevan (relevant range of activity) dimana hubungan antara variable bebas dan tidak bebas yang dinyatakan dalam fungsi biaya tersebut yang berlaku.

2.1.3. Penggolongan Biaya Berdasarkan Perubahan Volume Kegiatan

Pengertian biaya menurut Supriono (1992,185) adalah “Pengorbanan ekonomis yang dibuat untuk memperoleh barang atau jasa. Dengan kata lain, biaya adalah perolehan barang atau jasa yang diperlukan organisasi”.

Biasanya biaya diukur berdasarkan satuan moneter, bila di Indonesia satuannya adalah rupiah. Dalam Akuntansi Manajemen, istilah biaya digunakan dalam berbagai cara sesuai kebutuhan manajemen. Kebutuhan manajemen yang berbeda memerlukan cara penggolongan yang berbeda pula. Untuk estimasi biaya, terlebih dahulu harus diketahui penggolongan biaya berdasarkan perubahan volume kegiatan, biaya dibagi menjadi:

a. Biaya Tetap

Biaya tetap mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  1. Biaya yang jumlah totalnya tetap konstan, tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai tingkat tertentu.
  2. Biaya tetap persatuan berubah dengan adanya perubahan volume kegiatan.
  3. Biaya tetap atau biaya kapasitas digunakan untuk mempertahankan kemampuan beroperasi perusahaan pada tingkat kapasitas tertentu.
  4. Contoh : Biaya Overhead Pabrik tetap, biaya pemasaran tetap, biaya depresiasi aktiva tetap, dan lain-lain.

b. Biaya Variabel

Biaya variable mempunyai karakterstik sebagai berikut:

1.   Biaya yang jumlah totalnya akan berubah sebanding (proporsional) dengan perubahan volume kegiatan, semakin tingi volume kegiatan, semakin tinggi jumlah total biaya variable, semakin rendah volume kegiatan semakin rendah jumlah total biaya variable.

2.   Biaya variable konstan (tetap dengan adanya perubahan volume kegiatan).

3.   Contoh : Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, BOP variable, biaya pemasaran variable, dan biaya administrasi variable.

c. Biaya Semi Variable

Biaya semi variable memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Biaya semi variable jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak sebanding. Semakin tinggi volume kegiatan, semakin besar jumlah total biaya, semakin rendah volume kegiatan semakin rendah pula jumlah total biaya, tetapi perubahannya tidak sebanding.
  2. Biaya semi variable persatuan berubah terbalik dihubungkan dengan perubahan kegiatan, tetapi sifatnya tidak sebanding. Sampai dengan tingkat kegiatan tertentu semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan.
  3. Contoh : Biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap, biaya kendaraan, biaya telepon, biaya listrik dan lain-lain.

2.1.4. Pengertian Biaya

Pengertian biaya menurut Mulyadi (1999,81) adalah:  “Pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu”.

Pengertian biaya menurut Don K. Hansen dan Maryanne M.Mowen (2000,36) adalah: “Kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau masa akan datang dari organisasi”.

Pengertian biaya menurut Ray H. Garrison (1998,34) adalah: “Istilah biaya sebagai pengorbanan yang dilakukan agar memperoleh barang dan jasa”.

Dari definisi diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa ada 4 unsur pokok dalam definsi biaya adalah:

1. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi.

2. Diukur dalam satuan uang

3. Yang telah terjadi atau dasar potensial yang akan terjadi

4. Pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu.

Maka biaya adalah suatu pengorbanan yang dilakukan untuk mendapatkan barang atau jasa yang akan dinilai dengan uang dan memberikan manfaat dimasa yang akan datang

2.1.5. Pengertian Biaya Reparasi Dan Pemeliharaan

Pemeliharaan merupakan suatu alat bagi pimpinan perusahaan dalam melancarkan proses produksi atau meningkatkan produksi secara tepat baik secara kualitas maupun kuantitas. Untuk melaksanakan pemeliharaan dan reparasi terhadap aktiva tetapnya, perusahaan perlu mengeluarkan biaya yang sering disebut dengan biaya reparasi dan pemeliharaan.

Pengertian biaya reparasi dan pemeliharaan menurut Machfoedz (1983,234) adalah: “Biaya yang dikeluarkan untuk memelihara aktiva tetap agar kondisinya selalu normal untuk operasi perusahaan, tetapi tidak menambah manfaat ekonomi yang ada”.

Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin dalam pencatatan akuntansi diperlakukan sebagai biaya pada saat terjadinya.

Contoh biaya reparasi dan pemelihraan disini adalah:

  1. Biaya menjaga fasilitas mesin.
  2. Biaya penggantian bagian mesin tertentu/minyak pelumas.
  3. Biaya untuk membersihkan mesin-mesin
  4. Dan lain-lain

Dalam mengestimasikan biaya pemeliharaan dan reparasi mesin, biasanya perlu diketahui perubahan dan fluktuasi volume kegiatan produksi. Volume kegiatan biasanya diukur dengan jumlah jam tenaga langsung, jumlah produk perunit, jam mesin dll.

Pengestimasian biaya reparasi dan pemeliharaan dalam penulisan ini mengukur volume kegiatan bedasarkan jam mesin. Untuk mengestimasi biaya reparasi dan pemeliharaan, terlebih dahulu biaya ini harus dipisahkan sebagai biaya tetap dan biaya variable karena biaya reparasi dan pemeliharaan ini termasuk biaya semi variable. Umumnya digambarkan dalam suatu persamaan matematika dalam bentuk garis lurus atau linier yaitu:

Y = a + b (X)

Y = Jumlah total biaya

a =Jumlah total biaya tetap

b =biaya variable satuan

X =Jumlah volume kegiatan

2.2. Kajian Penelitian Sejenis

Dewi Kusuma Ningkrum adalah mahasiswa gunadarma jurusan Akuntansi,membuat penelitian ilmiah berjudul “Pengestimasian Biaya Reparasi dan Pemelihaan Mesin Berdasarkan Volume Kegiatan”  (1998-1999).

Dwi Nita Kusumaningkrum adalah mahasiswa Gunadarma jurusan Akuntansi,membuat penelitian ilmiah berjudul “Metode Kuadrat Terkecil Sebagai Dasar Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Mesin Jahit ” (2004-2005)

2.3. Alat Analisis

Secara umum, hubungan antara biaya total dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam volume kegiatan dikenal dengan prilaku biaya. Karena biaya seringkali tidaklah tepat termasuk pada kategori yang variable maupun tetap, maka terdapat sejumlah prilaku biaya yang beraneka ragam, yang secara teknis disebut fungsi-fungsi biaya.

Menurut Hongren (1992,276) fungsi biaya didefinisikan sebagai “Suatu hubungan atau perbandingan antara suatu biaya dengan satu variable atau lebih”.

Fungsi biaya adalah linier pada daerah yang relevan dan pengestimasian secara garis lurus seringkali dipandang cukup tepat bagi sebagian besar keputusan. Prilaku biaya yang “murni” dapat dijelaskan dengan baik oleh satu variable bebas dan bukan lebih dari satu variable.

Menurut Mulyadi (2005,471) pemisahan biaya semi variable menggunakan pendekatan histories atau prilaku biaya sesungguhnya masa lalu. Anggapan dasar dari pendekatan prilaku biaya masa lalu adalah biaya masa datang akan mempunyai prilaku yang sama dengan biaya masa lalu. Ada 2 pendekatan dalam memperkirakan fungsi biaya:

2.3.1. Pendekatan Historis

Didalam pendekatan histories, fungsi biaya ditemukan dengan cara menganalisa biaya dimasa yang lalu dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan dalam masa yang sama. Ada 3 metode untuk memperkirakan atau menentukan fungsi biaya dengan pendekatan histories:

a. Metode Titik Tertinggi dan Titik Terendah

Metode ttik tertinggi dan titik terendah memisahkan biaya variable dan biaya tetap dalam periode tertentu dengan mendasarkan kapasitas dan biaya pada titik tertinggi dan titik terendah. Perbedaan biaya antara kedua titik tersebut disebabkan adanya perubahan kapasitas dan besarnya tarif biaya variable satuan, sehingga persamaan Y = a + b(X) dapat ditentukan.

Langkah-langkah:

1. Menentukan biaya variable satuan atau (b)

Rumus =         b = Yt – Yr

Xt – Xr

2. Menentukan besarnya biaya tetap atau (a)

Pada titik tertinggi rumusnya:             a = Yt – b (Xt)

Pada titk terendah rumusnya:             a = Yr – b(Xr)

3.Menentukan besarnya anggaran biaya fleksibel:

Y = a + b(X)

Dimana:

Yt = jumlah biaya pada titik tertinggi

Yt = jumlah biaya pada titik terendah

a = jumlah total biaya tetap

Xt = kapasitas tertinggi

Xt = Kapasitas terendah

b. Metode Kuadrat Terkecil

Metode kuadrat terkecil adalah metode pemisahan biaya variable dan biaya tetap dengan cara menentukan hubungan variable, tergantung dengan variable bebas dari sekumpulan data. Dalam penulisan ini variable tergantung (Y) adalah biaya reparasi dan pemeliharaan mesin dan variable bebas (X) adalah kapasitas jam mesin:

Langkah-langkah:

1. Menentukan besarnya biaya variable satuan atau (b)

Rumus:                 b = n.S XY – SX . SY

n.SX2 – S(X)2

2. Menentukan besarnya total biaya tetap atau (a)

Rumus:            a = SY – bSX

N

3. mentukan anggaran biaya fleksibel

Rumus:            Y = a + b(X)

Dimana:

X = kapasitas jam mesin

Y = biaya reparasi dan pemeliharaan mesin

c. Metode Biaya Bersiap

Metode biaya bersiap atau berjaga adalah metode pemisahan biaya tetap atau biaya variable dengan cara menghitung besarnya biaya pada keadaan perusahaan atau pabrik ditutup untuk sementara tetapi dalam keadaan siap untuk beroprasi, besarnya biaya bersiap dan dianggap sebagai total biaya tetap atau (a).

Setelah total biaya tetap atau (a) diketahui, langkah berikutnya adalah menentukan besarnya biaya variable satuan dari tingkat kegiatan rata-rata dan biaya rata-rata dengan rumus:

_                _

Y = a + b X

_          _                                 _

B X = Y – a    atau     b = Y – a

_

X

Dimana:

_

Y = Biaya rata-rata

_

X = tingkat kegiatan rata-rata

a = biaya tetap

b = biaya variable

Langkah-langkah:

1. Menentukan besarnya total biaya tetap atau (a)

2. Menentukan besarnya biaya variable satuan atau(b)

3. Menentukan besarnya anggaran fleksibel dengan rumus:

Y = a + b(X)

d. Metode Grafik Statistikal

Metode grafik statistical adalah metode pemisahan biaya tetap dan biaya variable dengan cara menggambarkan biaya setiap bulan pada suatu grafik dan menarik suatu garis lurus ditengah titik biaya tersebut.

Langkah-langkah dalam pembuatan grafik statistical adalah:

1. Membuat denah atau grafik statistilkal.

Dari tegak lurus atau vertical disebut sumbu Y yang menunjukan besarnya    tingkatan biaya, garis mendatar atau horizontal disebut sumbu X yang   menunjukan tingkatan kapasitas atau kegiatan.

2. Menunjukan biaya setiap bulan pada grafik statistical

Biaya tiap bulan digambarkan pada grafik sesuai dengan besarnya biaya dan  tingkat kegiatan.

3. Ditarik garis b atau biaya

Dari semua titik-titik biaya ditarik garis lurus melewati ditengah-tengah titik  tersebut sampai memotong sumbu Y, Garis tersebut adalah garis b atau total  biaya.

4. Menentukan besarnya total biaya tetap atau a

Perpotongan garis b atau a biaya dengan sumbu Y dianggap atau menunjukan         total biaya tetap atau a, perpotongan dengan sumbu Y ditarik garis kekanan secara horizontal atau mendatar yang mmerupakan garis a yang menunjukan total biaya tetap.

5. Menentukan besarnya biaya variable satuan atau b

Besarnya biaya variable satuan atau b adalah:

_

b = SY – an           atau       b = Y – a

SX                                           _

X

Biaya variable satuan menunjukan kemiringan atau slop garis B atau total   biaya.

6. Menentukan persamaan anggaran fleksibel

Setelah a dan b diketahui, dapat disusun persamaan anggaran fleksibel perbulan    atau pertahun, yaitu dengan rumus:

Y = a + bX

2.3.2. Metode Analitis

Didalam metode analitis diadakan kerja sama diantara orang-orang tekhnik dan staff anggaran untuk mengadakan penyelidikan terhadap tiap-tiap fungsi (kegiatan atau pekerjaan) guna menentukan pentingnya fungsi tersebut, metode pelaksanaan yang paling efisien dan jumlah biaya bersangkutan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut pada berbagai tingkat kegiatan.

2.4. Koeffsien Determinan

Koeffsien determinan (r2) merupakan ukuran yang menunjukan persentase perubahan variable tak bebas (Y) yang disebabkan hubungan linier dengan variable bebas (X). Biaya tidak hanya tidak berubah dalam hubungannya dengan volume kegiatan, namun masih ada factor lain yang berpengaruh terhadap prilaku biaya.

Dengan menghitung koeffsien determinan dapat diketahui beberapa persen perubahan suatu biaya yang disebabkan oleh perubahan volume kegiatan.

Rumus:

_

r2 = S (Y – Y)2S (Y – Y’)2

_

S(Y-Y)2

Dimana:

Y = Biaya masa lalu

Y’ = Taksiran biaya dengan persamaan Y = a + b(X)

_

Y = Rata-rata biaya masa lalu

2.5. Kesalahan Standar Taksiran

Kesalahan standar taksiran adalah deviasi standar atau penyimpangan standar kuadrat terkecil. Kadang kala perkiraan besarnya biaya menyimpang jauh dari biaya yang sesungguhnya terjadi. Hal ini disebabkan karena adanya unsur ketidakpastian, misalnya penaksiran yang kurang memperoleh informasi tentang masa depan.

Dengan menggunakan fungsi biaya yang dibuat dengan Metode  Kuadrat Terkecil, Kesalahan standar taksiran berguna untuk menentukan taksiran interval biaya masa datang, apabila diketahui prosentase tingkat kepercayaannya.

Rumus:

Se =          S (Y – Y’)2

n-2

Dengan tingkat kepercayaan 95%, standar error menentukan taksiran interval biaya dengan rumus:

Y^ = (a + bX) + t0.025 (se)

Dimana:

Se = Standar error (kesalahan standar taksiran)

Y = Biaya masa lalu

Y^ = Taksiran biaya masa depan

X = Tingkat kapasitas tertentu

n = Jumlah data

t0.025 = Tingkat kepercayaan 95%

n-2 = Tingkat kebebasan.

Arti 2 dalam n-2 adalah banyaknya konstanta dalam persamaan regresi  yaitu a dan b

2.6 Standar Error Koefisien Determinasi.

Analisa regresi dengan persamaan Y= a + b (x) mendasarkan pada anggapan bahwa y mempunyai hubungan linier dengan x.Hubungan biaya reparasi dan pemeliharaan yang dinyatakan persamaan Y= a + b (x) berarti setiap ada perubahan biaya reparasi dan pemeliharaan sebesar b. Jika x dan y tidak mempunyai hubungan linier (yang berarti b=0) maka penggunaan persaman garis Y= a + b (x) untuk menaksir biaya reparasi dan pemeliharaan akan menghasilkan taksiran yang keliru. Oleh karena itu sebelum persamaan garis regresi tersebut dipakai untuk menaksir biaya,perlu dilakukan pengujian terhadap ada tidaknya hubungan linier antara x (jam mesin) dan y (biaya reparasi dan pemeliharaan) tesebut. Oleh karena itu diperlukan penilaian atau pengujian hipotesis yang berhubungan dengan b sebagai berikut:

1. Hipotesis 0 ® b = 0, tidak ada hubungan perubahan antara y dan x.

2. Hipotesis 0 ® b ¹ 1, ada hubungan perubahan antara y dan x.

Rumus:

Sb =          Se

S(x-x)2

Untuk mengetes hipotesa nol (Ho) dimana b = 0,diperlukan perhitungan nilai t yang menggambarkan standar error yang menghitung nilai b. Rumus nilai t adalah sebagai berikut:

t value =   b       

Sb

S= Standard error of the regretion coefficient

b   = Biaya variabel perunit

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

3.1. Objek Penelitian

Objek penelitian yang penulis ambil adalah sebagai berikut :

  1. Nama Perusahaan adalah PT. XXX
  2. Alamat Perusahaan di Jl. ABC

3.2. Data / Variabel yang Digunakan

Data yang penulis ambil adalah data primer yaitu data yang belum diolah perusahaan.

3.3. Metode Pengumpulan Data

Metode penulisan yang hanya digunakan dalam penyusunan penulisan ilmiah dengan cara:

  1. Studi kepustakaan

Penulis melakukan penelitian kepustakaan dengan membawa buku,                          literature, serta tulisan-tulisan yang berkaitan dengan masalah

  1. Studi lapangan

Dilakukan dengan cara mengadakan penelitian langsung (observasi) terhadap objek yang diteliti dengan meminta data yang berhubungan dan pembahasan masalah serta mewawancarai pihak yang berkaitan diperusahaan

 

3.4. Alat Analisis

Alat analisis yang penulis gunakan dapat merupakan salah satu atau kombinasi dari:

  1. Analisis deskrptif

Penulis menggunakan tabel dalam menganalisa masalah

  1. Analisa kuantitatif

Penulisan menggunakan rumus dengan metode kuadrat terkecil langkah-langkah :

  1. Menentukan besarnya biaya variabel satuan (b)
  1. Menentukan besarnya total biaya tetap (a)
  1. Menentukan anggaran biaya fleksibel

Y = a + b x

Ket :

X = Kapasitas jam mesin

Y = Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin

Dengan menggunakan metode kuadrat terkecil:

Langkah-langkah:

1. Menentukan besarnya biaya variable satuan atau (b)

Rumus:                 b = n.S XY – SX . SY

n.SX2 – S(X)2

2. Menentukan besarnya total biaya tetap atau (a)

Rumus:            a = SY – bSX

N

3. mentukan anggaran biaya fleksibel

Rumus:            Y = a + b(X)

Dimana:

X = kapasitas jam mesin

Y = biaya reparasi dan pemeliharaan mesin

SUMBER

Abdul Halim, dan Bambang Supomo, 1990, Akuntansi Manajemen, Edisi 1,

BPFE, Yogyakarta.

Bambang Kustituanto dan Rudy Badrudin, 1994, Statistika I (Deskriptif),

Gunadarma.

Garrison, Ray H, 1998, Akuntansi Manajemen, Edisi 5, Ak.Group, Yogyakarta.

Hansen, H.Don, Maryanne M, Mowen, 2000, Manajemen Biaya (Akuntansi dan

          Pengendalian), Edisi 1, Salemba Empat Jakarta.

Henry Simamora, 1999, Akuntansi Biaya, Jilid 5, Aditya Media, Yogyakarta.

Horngren, Charles T,1992, Pengantar Akuntansi Manajemen ,Erlangga, Jakarta.

Mas’ud Machfoedz dan Kumala Hadi, Akuntasi Keuangan Menengah, BPFE,

Yogyakarta.

Mulyadi, 1999, Akuntansi Biaya, STIE YKPN, Yogyakarta.

Mulyadi ,2005, Akuntansi Biaya, STIE YKPN, Yogyakarta.

S Sudarto, 1996, Akuntansi Manajemen , Gunadarma, Jakarta.

R.A. Supriyono, 1990,  Akuntansi Biaya Penggumpulan dan Penentuan            

          Harga pokok, Edisi 2Yogyakarta.

R.A. Supriyono, 1992,  Akuntansi Manajemen 1 (Konsep Dasar Akuntansi

         Manajemen dan Proses Perencanaan, Edisi 1, BPFE, Yogyakarta.

Nama : Vahmy Arria Fadlurrahman

Kelas : 4eb10

NPM : 28210343

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s