Sistem Pengendalian Keuangan dan Informasi Perusahaan Multinasional

Perencanaan dan Kendali Manajemen
Perencanaan dan kendali manajemen sangat penting bagi perusahaan, dalam hal ini perusahaan multinasional. Namun, pengurangan dalam hambatan perdagangan nasional terus menerus, mata uang yang mengambang, resiko kedaulatan, pembatasan terhadap pengirim dana lintas batas nasional, perbedaan dalam system pajak nasional, perbedaan tingkat suku bungan dan pengaruh harga komoditas dan ekuitas yang berubah-ubah terhadap aktiva, laba, dan biaya modal perusahaan merupakan variable yang memperumit keputusan manajemen. Persaingn global dan cepatnya penyebarn informasi mendukung semakin sempitnya perbedaan nasional dalam praktek akuntansi manajemen. Tekanan tambahan mencakup antara lain perubahan pasar dan teknologi, pertumbuhan privatisasi, insentif biaya, dan kinerja serta koordinasi operasi global melalui joint venture dan kaitan strategis lainnya.

Perusahaan dalam melakukan kendali manajemen memerlukan alat perencanaan yang dapat mengidentifikasi factor-faktor yang relevan di masa depan, pemindaian terhadap lingkungan eksternal dan internal. Alat tersebut membantu perusahaan dalam mengenali kesempatan dan tantangan yang ada. Salah satu alat tersebut adalah analisis WOTS-UP yang menyangkut kekuatan dan kelemahan perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan operasi perusahaan. Akuntan juga dapat membantu para perencana perusahaan untuk memperoleh data yang bermanfaat dalam keputusan perencanaan strategis.

Kemudian, keputusan untuk melakukan investasi luar negeri merupakan elemen yang sangat penting dalam strategi global sebuah perusahaan multinasional. Resiko investasi diikuti oleh lingkungan yang asing, rumit, dan senantiasa berubah. Perencanaan formal merupakan suatu keharusan dan umumnya dilakukan dalam suatu kerangka penganggaran modal yang membandingkan manfaat dan biaya investasi yng diusulkan. Perbedaan dalam hokum pajak, system akuntansi, laju inflasi, resiko nasionalisasi, kerangka mata uang, segmentasi pasar, pembatasan dalam pengalihan laba ditahan dan perbedaan dalam bahasa dan budaya menambah unsur-unsur kerumitan yang jarang ditemui dalam lingkungan domestic. Adaptasi (penyesuaian) oleh perusahaan multinasional atas model perencanaan investasi tradisional telah dilakukan dalam tiga bidang pengukuran:

  1. Menentukan pengembalian yang relevan untuk investasi multinasional,
  2. Mengukur ekspektasi arus kas, dan
  3. Menghitung biaya modal perusahaan multinasional.

Seorang manajer harus menentukan tingkat pengembalian yang relevan untk mengalisis kesempatan investasi asing. Namun, tingkat pengembalian yang relevan merupakan masalah sudut pandang: proyek luar negeri atau induk perusahaan. Pengembalian dari dua sudut pandang ini dapat berbeda secara signifikan karena beberapa hal:

(1) pembatasan oleh pemerintah atas repatriasi laba dan modal,

(2) biaya izin, royalt, dan pembayaran lain yang merupakan laba bagi induk perusahaan namun merupakan beban bagi anak perusahaan,

(3) perbedaan laju inflasi nasional, dan

(4) perubahan kursvaluta asing, dan

(5) perbedaan pajak.

Manajer keuangan harus memenuhi banyak tujuan dengan memberikan respons kepada kelompok investor dan noninvestor di organisasi dan di lingkungannya. Jika siatu investasi asing tidak menjanjikan pengembalian yang telah disesuaikan resiko yang nilainya lebih dari pengembalian yang diperoleh pesaing local, maka pemegang saham induk perusahaan akan lebih baik untuk berinvestasi langsung di perusahaan local.

Bagi manajer perusahaan multinasional, mengukur ekspektasi arus kas suatu investasi asing merupakan hal yang cukup menantang. Perkiraan penerimaan didasarkan pada proyeksi penjualan dan pengalaman antipasti penagihan. Beban operasi dan pajak local juga sama-sama diramalkan. Namun demikian, terdapat tambahan kerumitan yang harus dipertimbangkan:
• Arus kas proyek vs induk perusahaan
• Arus kas induk perusahaan yang terkait dengan pendanaan
• Pendanaan yang bersubsidi
• Resiko politik

Proses ini juga harus mempertimbangkan pengaruh perubahan dan fluktuasi nilai mata uang atas ekspektasi pengembalian mata uang asing. Sumber utama arus kas induk meliputi pinjaman dari induk perusahaan, dividen, biaya lisensi, beban overhead, royalty, harga transfer untuk pembelian dari atau penjualan kepada induk perusahaan, dan estimasi nilai akhir proyek. Pengukuran arus kas ini memerlukan pemahaman atas perbedaan akuntansi nasional, kebijakan repatriasi pemerintah, laju inflasi, dan kurs potensial masa depan serta perbedaan pajak.

Perbedaan dalam prinsip akuntansi menjadi relevan jika manajer keuangan bergantung pada laporan keuangan pro forma dengan dasar local ketika mengestimasikan arus kas masa depan. Apabila aturan pengukuran yang digunakan untuk menyusun akun-akun ini berbeda dari aturan yang digunakan di Negara asal induk perusahaan, maka dapat terjadi perbedaan dalam estimasi arus kas.

Penyusunan system informasi seluruh dunia milik suatu perusahaan merupakan hal krusial dalam mendukung strategi perusahaan, termasuk proses perencanaan. Keadaan geografi, komunikasi informasi secara formal umumnya menggantikan kontak pribadi antara manajer operasi local dengan manajer kantor pusat. Perkembangan dalam teknologi informasi seharusnya mengurangi, tetapi tidak akan menghilangkan sama sekali kerumitan ini. Rancangan system berpengaruh pada keberhasilan yang dicapai:
1. Penyebaran rendah dengan sentralitas yang tinggi, digunakan oleh organisasi yang lebih kecil dengan operasi bisnis internasional yang terbatas, dan system informasi domestic yang mendominasi kebutuhan.
2. Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang rendah, digunakan oleh perusahaan multinasional dengan operasi di wilayah geografis yang berbeda-beda.
3. Penyebaran yang tinggi dengan sentralitas yang tinggi, dijalankan oleh perusahaan dengan aliansi strategi di seluruh dunia.
Sistem pengendalian manajemen pada dasarnya suatu sistem yang digunakan oleh manajemen untuk membangun masa depan organisasi. untuk membangun masa depan organisasi, perlu ditentukan lebih dahulu dalam bisnis apa organisasi akan berusaha. Jabawan atas pertanyaan tersebut merupakan misi organisasi dengan demikian misi organisasi merupakan the chosen track untuk membawa organisasi mewujudkan masa depannya. Diharapkan dengan dilaksanakannnya struktur sistem manajemen akan tercipta visi dan misi organisasi perusahaan kemudian mengimplementasikannya.

Permasalahan yang timbul dalam implementasi struktur sistem pengendalian manajemen yang dapat diidentifikasikan sekarang ini adalah terletak pada kelemahan struktur dan kelemahan proses. Sistem pengendalian manajemen tidak dapat mewujudkan tujuan sistem kemungkinan karena strukturnya tidak pas dengan lingkungan yang dihadapi perusahaan, dapat juga terjadi tujuan sistem pengendalian manajemen tidak tercapai karena proses sistem pengendalian manajemennya lemah.

Dampak yang timbul dikarenakan perusahaan tidak memberlakukan struktur sistem pengendalian manajemen antara lain organisasi perusahaan akan kesulitan menghadapi berbagai perubahan tajam radikal, konstan, pesat, serentak sehingga roda organisasi tidak akan jalan dan tidak dapat membuat berbagai perencanaan, tidak dapat memprediksi target organisasi ke depannya
Untuk menghadapinya diperlukan struktur sistem pengendalian manajemen dimulai dari pengamatan dan pengindetifikasian memacu perubahan (changedrivers) yang berdampak terhadap karakteristik lingkungan yang akan dimasuki perusahaan.) Struktur sistem merupakan komponen-komponen yang berkaitan erat satu dengan lainnya yang secara bersama-sama digunakan untuk mewujudkan tujuan sistem seperti yang dikatakan Mulyadi, Johny (2001 : bahwa struktur pengendalian manajemen terdiri dari tiga komponen yaitu Struktur organisasi, Jejaring informasi dan Sistem penghargaan. Rerangka pendesainan struktur sistem pendesainan pengendalian manajemen mempergunakan pendekatan contigency approach dan human resource leverage.

Permasalahan struktur sistem pengendalian manajemen penting untuk dikaji karena memberikan harapan yaitu kemampuan bagi manajemen perusahaan untuk memetakan secara komprehensif lingkungan bisnis yang akan dimasuki oleh organisasi perusahaan di masa depan, melakukan perubahan dengan cepat peta perjalanan tersebut sesuai dengan tuntutan perubahan yang diperkirakan akan terjadi dan melipatgandakan kinerja perusahaan sebagai institusi pencipta kekayaan, sehingga perusahaan memiliki kemampuan yang luar biasa besarnya untuk senantiasa melakukan perubahan yang diperlukan.

Akuntansi manajemen mempersiapkan sejumlah informasi untuk manajemen perusahaan mulai dari pengumpulan data hingga laporan likuiditas dan ramalan operasional berupa berbagai jenis pengeluaran beban. Factor-faktor lingkungan juga mempengaruhi penggunaan informasi yang dihasilkan secara internal. Misalnya pengaruh budaya. Budaya yang tidak nyaman dengan ketidakpastian dan ambiguitas cenderung untuk lebih siap menerima teknologi informasi dibandingkan mereka yang tidak nyaman. Factor translasi juga mempengaruhi penggunaan informasi yang dihasilkan. FAS No 52 mewajibkan penggunaan metode translasi temporal ketika melakukan translasi akun-akun perusahaan afiliasi luar negeri yang berada dalam lingkungan berafiliasi tinggi. Meskipun demikian, ketentuan tersebut tidak memenuhi kebutuhan informasi perusahaan yang beroperasi di Negara-negara dengan inflasi tinggi karena cenderung menimbulkan distorsi realitas melalui:
• Menilai lebih atau menilai kurang pendapatan dan beban
• Melaporkan keuntungan atau kerugian translasi yang besar yang sulit untuk diinterpretasikan
• Mendistorsi perbandingan kinerja antarwaktu.
Mengapa kita perlu memperhatikan distorsi ini?
• Sistem pelaporan tradisional memiliki pengaruh yang buruk terhadap perilaku tenaga penjualan
• System pelaporan trandisional tidak memberikan motivasi bagi tenaga penjualan untuk memfakturkan dan mengirimkan lebih dahulu di bulan itu
• System ini memanipulasi hasil
Agar suatu system pengendalian di perusahaan multinasional berfungsi dengan baik, maka biasanya system yang digunakan banyak perusahaan multinasional untuk mengendalikan operasi luar negerinya dalam banyak hal banyak hal sama dengan yang digunakan secara domestic. Bagian-bagian system yang umumnya dikirim keluar meliputi control keuangan dan anggaran serta kecenderungan untuk menerapkan standar yang sama yang dikembangkan untuk mengevaluasi operasi domestic.

Setelah tujuan strategis dan anggaran modal dibuat, selanjutnya manajemen memfokuskan diri pada perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka pendek mencakup pembuatan anggaran operasional atau rencana laba apabila diperlukan dalam organisasi. Rencana laba ini merupakan dasar bagi peramalan manajemen kas, keputusan operasi, dan skema kompensasi manajemen. Rencana laporan laba rugi perusahaan afiliasi asing pertama-tama dikonversikan menurut prinsip-prinsip akuntansi yang dianut di Negara asal induk perusahaan dan ditranslasikan dari mata uang local ke dalam mata uang induk perusahaan.
Struktur Sistem Pengendalian Manajemen

Struktur sistem pengendalian manajemen merupakan komponen-komponen yang berkaitan dengan lainnya yang secara bersama-sama membentuk sistem. Setiap komponen dalam struktur memiliki fungsi tertentu untuk mencapai tujuan sistem. Struktur yang sehat adalah struktur sistem yang setiap komponennya didesain sesuai dengan tuntutan lingkungan bisnis yang akan diterapi sistem tersebut.
Dalam membangun struktur organisasi dibangun berdasarkan fungsi yang dituntut dari organisasi yang bersangkutan, jika organisasi dibangun untuk memasuki lingkungan bisnis yang menuntut kecepatan pengambilan keputusan yang di dalamnya costumer memegang kendali bisnis dan yang mempekerjakan knowlegde workes, struktur organisasi yang pas dengan fungsi organisasi tersebut adalah yang memiliki karakteristik, cepat respon, fleksibel dan inovatif.

Struktur sistem pengendalian manajemen diperlukan oleh organisasi perusahaan karena menuntut semua perusahaan yang memasukil lingkungan tersebut memiliki kekuatan lebih untuk bersaing. Agar dapat dipilih oleh costumer, produk dan jasa perusahaan harus memiliki keunggulan tidak akan bertahan lama, karena pesaing akan mencari berbagai cara untuk menghasilkan value terbaik bagi costumer. Oleh karena itu, untuk tetap bertahan dan bertumbuh di lingkungan bisnis yang kompetitif, perusahaan dituntut untuk secara berkelanjutan menemukan kembali keunggulan daya saing.

Untuk dapat bertahan dan bertumbuh dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, organisasi perusahaan tidak cukup hanya mampu menjadi pencipta kekayaan (wealth-creating institution) namun, dituntut untuk memiliki kemampuan jauh lebih dari itu, perusahaan dituntut untuk menjadi institusi pelipatgandaan kekayaan (wealth-multiplying institution) untuk membangun kemampuan perusahaan sebagai pelipat gandaan kekayaan, manajemen perlu memanfaatkan sistem manajemen yang khusus didesain untuk tujuan pelipatgandaan kekayaan.
Sistem pengendalian yang efektif adalah sistem yang diarahkan kepada dua penyebab, diperlukannya pengendalian ketidakmampuan personel dalam mencapai tujuan organisasi melalui perilaku yang diharapkan, ketidak mampuan personel di dalam mencapai tujuan dapat dtingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan, serta penyediaan teknologi memadai, ketidak mampuan personel dalam mencapai tujuan organisasi melalui prilaku yang diharapkan dapat dikurangi atau dihilangkan melalui :

  1. Perumusan Misi, visi, keyakinan dasar dan nilai dasar organisasi secara jelas.
  2. Pengkomunikasian misi, visi, keyakinan dasar dan nilai dasar organisasi kepada personel perusahaan melalui personal behaviors para leaders organisasi dan operational behavior. Melalui proses internalisasi, misi, visi, keyakinan dasar dan nilai dasar organisasi dapat tertanam di dalam diri seluruh personel menjadi shared mission, shared vision, shared beliefs dan shared values.Shared mission, shared vision, shared belief dan shared values menjadikan karyawan berdaya untuk mengendalikan perilakunya sesuai dengan yang diharapkan di dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  3. Sistem pengendalian manajemen juga menyediakan berbagai sistem untuk melaksanakan proses perencanaan dan implementasi rencana. Melalaui sistem pengendalian manajemen, keseluruhan kegiatan utama untuk menjadikan perusahaan sebagai institusi pencipta kekayaan dapat dilaksanakan secara terstruktur, terkoordinasi, terjadwal dan terpadu sehingga menjanjikan tercapainya tujuan perusahaan-perusahaan bertambahnya kekayaan dalam jumlah yang memadai

Proses Struktur Sistem Pengendalian Manajemen Proses sistem pengendalian manajemen terdiri dari enam tahap utama berikut ini :

1. Perumusan Strategi

Tahap perumusan strategi adalah tahap yang sangat menentukan kelangsungan hidup dan pertumbuhan organisasi. Dalam tahap ini dilakukan pengamatan terhadap tren perubahan lingkungan makro dan lingkungan industri. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap tren tersebut dilakukan perumusan, misi, visi, tujuan, keyakinan dasar, dan nilai organisasi.

2.Perencanaan Strategik

Setelah perusahaan merumuskan tentang strategi yang dipilih untuk mewujudkan visi dan misi melalui organisasi, strategi tersebut kemudian perlu diimplementasikan. Langkah pertama adalah melaksanakan perencanaan strategik, dalam langkah ini strategi yang telah dirumuskan diterjemahkan ke dalam neraca strategik yang komprehensif dan koheren, yang terdiri dari tiga komponen : sasaran strategik, target, inisiatif strategic

3.Penyusun Program

Penyusunan program adalah proses penyusunan rencana jangka panjang untuk menjabarkan inisiatif strategik yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategik. Pelaksanaan inisiatif strategik memerlukan perencanaan sistematik langkah-langkah yang akan ditempuh oleh perusahaan dalam jangka panjang ke depan beserta taksiran sumber daya yang diperlukan untuk program, suatu rencana jangka panjang yang berisi langkah-langkah strategik yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategik tertentu beserta taksiran sumberdaya yang diperlukan.

4.Penyusunan Anggaran

Penyusunan program adalah proses penyusunan rencana jangka panjang untuk menjabarkan inisiatif strategik yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategik. Pelaksanaan inisiatif strategik memerlukan perencanan sistematik langkah-langkah yang akan ditempuh oleh perusahaan dalam jangka panjang ke depan beserta taksiran sumberdaya yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah tersebut. penyusunan program menghasilkan program, suatu rencana jangka panjang yang berisi langkah-langkah strategik yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategik tertentu beserta taksiran sumberdaya yang diperlukan untuk itu.
Penyusunan anggaran adalah proses penyusunan rencana jangka pendek (biasanya untuk jangka waktu satu tahun) yang berisi langkah-langkah yang ditempuh oleh perusahaan dalam melaksanakan sebagian dari program dalam penyusunan anggaran dijabarkan program tertentu ke dalam rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun anggaran, ditunjukkan manajer dan karyawan yang bertanggung jawab dan dialokasikan sumberdaya untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

5.Implementasi

Setelah rencana menyeluruh selesai disusun, langkah berikutnya adalah implementasi rencana. Dalam tahap implementasi rencana ini, manajemen dan karyawan melaksanakan rencana yang tercantum dalam anggaran ke dalam kegiatan nyata. Oleh karena anggaran adalah bagian dari program, dan program merupakan penjabaran sasaran strategik dipilih sebagai penjabaran strategi yang dirumuskan, maka dalam implementasi rencana, manajemen dan karyawan harus senantiasa menyadari keterkaitan erat diantara implementasi, anggaran, program, inisiatif, sasaran strategik dan strategi. Kesadaran demikian akan mempertahankan langkah-langkah rinci yang dilaksanakan dalam tahap implementasi tetap dalam rerangka yang dipilih untuk mewujudkan visi organisasi.

6.Pemantauan

Implementasi rencana memerlukan pemantauan, hasil setiap langkah yang direncanakan perlu diukur untuk memerlukan umpan balik bagi pemantauan pelaksanaan anggaran, program, dan inisiatif strategik. Hasil implementasi rencana juga digunakan untuk memberikan informasi bagi pelaksana tentang seberapa jauh target telah berhasil dicapai, sasaran strategik telah berhasil diwujudkan dan visi organisasi dapat dicapai.

Isu-isu Dalam Pendendalian Keuangan

Pengendalian keuangan dan evaluasi kinerja. Pertimbangan ini juga sama pentingnya karena memungkinkan para manajer keuangan untuk :

  • Mengimplementasikan strategi keuanagn global sebuah MNE
  • Mengevaluasi sejauh mana strategi yang terpilih memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.
  • Memberikan motivasi kepada manajemen dan karyawan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan perusahaan seefektif dan seefisien mungkin.
  • Sistem penegndalian manajemen bertujuan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang paling efektif dan paling efisien. Sebaliknya system pengendalian keuangan merupakan system pengukuran kauntitatif dan komunikasi yang memfasilitasi penegndalian melalui :
  • Komunikasi tujuan-tujuan keuangan secara tepat di dalam organisasi
  • Memperinci kriteria dan standar dalam evaluasi kinerja
  • Mengawasi kinerja
  • Mengkomunikasikan penyimpanan antara kinerja aktual dan neraca kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Sistem Pengendalian Domestik dan Multinasional

Sejumlah studi menunjukan bahwa sistem yang digunakan banyak perusahaan multinasional untuk mengendalikan operasi luar negerinya dalam banyak hal sama dengan yang digunakan secara domestic. David Hawkins menawarkan empat alasan dasar untuk hal ini :

  • Pertimbangan kontrol keuangan jarang sekali merupakan sesuatu yang penting dalam tahap-tahap awal pendirian operasi luar negeri.
  • Umumnya akan lebih murah untuk menggunakan sistem domestik dari pada harus membuat dari awal keseluruhan sistem yang direncanakan untuk operasi luar negeri.
  • Untuk menyederhanakan penyusunan dan analisis laporan keuangan konsolidasi, pihak kontroler perusahaan harus menegaskan bahwa seluruh anak perusahaan yang beroperasi menggunakan format dan daftar yang sama untuk mencatat dan mengirimkan data keuangan dan operasi.

Mantan eksekusi domestik yang bekerja pada operasi luar negeri dan atasan perusahaan mereka akan lebih nyaman jika mereka dapat terus menggunakan sebnayak mungkin system penegndalian domestik umumnya karena mereka mencapai tingkat manajemen tertinggi denagn menguasai sistem domestik.

sumbar :

http://tulisanadalahtugas.blogspot.com/2013/06/perencanaan-dan-pengendalian-manajemen.html

http://kornetcincang.blogspot.com/2009/05/perencanaan-dan-kendali-manajemen.html

http://pengantarbunga.blogspot.com/2010/01/sistem-perencanaan-dan-pengendalian.html

http://mikhaanitaria.blogspot.com/2011/05/perencanaan-dan-kendali-manajemen.html

Analisis Laporan Keuangan Internasional

PENDAHULUAN

Investor, analisis riset ekuitas, manajer keuangan, banker, dan para pengguna laporan keuangan lainnya memiliki kebutuhan yang semakin besar untuk membaca dan menganalisis laporan keuangan asing. Perbandingan keuangan lintas batas menjadi penting ketika melakukan analisis potensi dan kekuatan keuangan investasi asing langsung atau investasi portofolio asing.
Kebutuhan untuk menggunakan laporan keuangan asing juga meningkat karena kegiatan merger dan akuisisi telah semakin banyak terjadi secara internasional. Karena bisnis menjadi semakin semakin global, laporan keuangan menjadi jauh lebih penting dari pada masa sebelumnya Karen amenjadi dasar untuk analisis persaingan, keputusan kredit, negosiasi usaha, dan control perusahaan. Pengurangan hambatan perdagangan secara terus menerus, munculnya Eropa sebagai pasar tunggal, konvergensi selera dan preferensi konsumen, dan semakin rumitnya penetraasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan terhadap pasar LN telah meningkatkan kompetisi bisnis meltinasional secara signifikan.

Analisa laporan keuangan merupakan proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevalusi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang. Analisa laporan keuangan sebenarnya banyak sekali namun pada penelitian kali ini penulis menggunakan analisa rasio keuangan karena analisa ini lebih sering digunakan dan lebih sederhana.
Analisa rasio keuangan adalah perbandingan antara dua/kelompok data laporan keuangan dalam satu periode tertentu, data tersebut bisa antar data dari neraca dan data laporan laba rugi. Tujuannya adalah memberi gambaran kelemahan dan kemampuan finansial perusahaan dari tahun ketahun.

 

 

Jenis-jenis analisa rasio keuangan adalah :

a.      Rasio Likuiditas

Rasio ini berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya. Ada 3 (tiga) macam rasio likuiditas yang digunakan, yaitu

1. Current Ratio

2. Acid Test Ratio

3. Cash Position Ratio

 

b.      Rasio Solvabilitas

Rasio ini berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban-kewajibannya (hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang). Ada 4 (empat) rasio solvabilitas yang digunakan. yaitu :

1)      Total Debt To Equity Ratio

2)      Total Debt To Total Assets Ratio

3)      Long Term Debt To Equity

4)      Long Term Debt To Total Assets

 

c.       Rasio Profitabilitas

Rasio ini berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu. Ada 4 (empat rasio profitabilitas yang digunakan, yaitu :

1)      Return On Equity (ROE)

2)      Return On Assets (ROA)

3)      Net Profit Margin

4)      Gross Profit Margin
Tujuan analisis keuangan adalah untuk mengevaluasi kinerja perusahaan pada masa kini dan masa lalu dan untuk menilai apakah kinerjanya dapat dipertahankan. Terdapat dua alat penting dalam melakukan analisis keuangan :

 

a.       Analisis Rasio

Analisis ini mencakup perbandingan rasio antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, perbandingan rasio suatu perusahaan antar waktu atau dengan periode fiscal yang lain dan atau perbandingan rasio terhadap beberapa acuan yang baku.

Ada dua masalah yang harus dibahas ketika melakukan analisis rasio dalam lingkungan internasional :

  • Apakah perbedaan lintas Negara dalam prinsip akuntansi menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam angka-angka laporan keuangan yang dilaporkan perusahaan dari Negara yang berbeda?
  • Seberapa jauh perbedaan dalam budaya serta kondisi persaingan dan ekonomi local memperngaruhi interpertasi ukuran akuntansi dan rasio keuangan, meskipun pengukuran akuntansi dari negeri yang berbeda disajikan ulang agar tercapai “ daya banding akuntansi”? Sejumlah bukti yang kuat menunjukkan adanya perberdaan besar antarnegara dalam profitabilitas, pengungkit, dan rasio serta jumlah laporan keuangan lainnya yang berasal dari factor akuntansi dan non akuntansi.
  • Seberapa besar perbedaan dalam pos-pos laporan keuangan disebabkan oleh perbedaan prinsip-prinsip akuntansi nasional ? Ratusan perusahaan non AS yang mencatatkan saham di Bursa-bursa efek AS melakukan pengungkapan rekonsiliasi berupa catatan kaki yang memberikan bukti terhadap pernyataan ini, setidaknya dalam konteks perbedaan antara nilai akuntansi berdasarkan GAAP AS dan berdasarkan GAAP non AS.

Lima jenis perbedaan laporan keuangan yang diungkapkan oleh sejumlah besar emiten adalah :

1.      Depresiasi dan amortisasi

2.      Biaya yang ditangguhkan

3.      Pajak tangguhan

4.      Pensiun

5.      Transaksi mata uang asing

 

b.      Analisis Arus Kas

Analisis ini berfokus pada laporan arus kas, yang memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan keluar perusahaan, yang diklasifikasikan menjadi aktifitas operasi, investasi dan pendanaan, serta pengungkapan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan non kas secara periodic. Misalkan, apakah perusahaan telah menghasilkan arus kas yang positif dari operasinya.
Laporan arus kas yang sangat mendetal sangat diwajibkan menurut GAAP AS, GAAP Inggris, IFRS, dan standar akuntansi di sejumlah Negara yang jumlahnya semakin bertambah. Ukuran-ukuran yang berkaitan dengan arus kas sangat bermanfaat khusunya dalam analisis internasional karena tidak telalu dipengaruhi oleh perbedaan prinsip akuntansi, bila dibandingkan dengan ukuran-ukuran berbasis laba Apabila laporan arus kas tidak disajikan, sering kali ditemukan kesulitan untuk menghitung arus kas dari operasi dan ukuran arus kas lainya dengan menyelesaikan laba berbasis actual.

 

Mekanisme untuk Mengatasi

Untuk mengatasi perbedaan prinsip akuntansi lintas Negara, beberapa analis menyajikan ulang ukuran akuntansi asing menurut sekelompok prinsip yang diakui secara internasional atau sesuai dengan dasar lain yang lebih umum. Beberapa yang lain mengembangkan pemahaman yang lengkap atas praktik akuntansi di sekelompok Negara tertentu dan membatasinya analisis mereka terhadap perusahaan-perusahaan yang berlokasi di Negara-negara tersebut.

 

Sumber :

http://zachrameisela.blogspot.com/2014/03/analisis-laporan-keuangan-internasional.html

Choi D.S. Frederick & Meek K. Gary. 2005. AKUNTANSI INTERNASIONAL, EDISI 5 BUKU 2. Jakarta : Salemba Empat.

Pendekatan Akan Penyelarasan Akuntansi Uni Eropa dan Integrasi Pasar Keuangan Eropa

UNI EROPA (EUROPEAN UNION – EU)

Salah satu tujuan EU adalah untuk mencapai integrasi pasar keuangan Eropa. Untuk mencapai tujuan ini, EC telah memperkenalkan direktif dan mengambil langkah inisiatif yang sangat besar untuk mencapai pasar tunggal bag
• Perolehan modal dalam tingkat EU;
• Membuat kerangka dasar hukum umum untuk pasar surat berharga dan derivatif yang terintegrasi
• Mencapai satu set standar akuntansi tunggal untuk perusahaan-perusahaan yang sahamnya tercatat.

 

Direktif Keempat, Ketujuh dan Kedelapan
Direktif EU Keempat, yang dikeluarkan pada tahun 1978, merupakan satu set aturan akuntansi yang paling luas dan komprehensif dalam kerangka dasar. Direktif Ketujuh, yang dikeluarkan pada tahun 1983, membahas masalah-masalah laporan keuangan konsolidasi.Direktif Kedelapan, dikeluarkan pada tahun 1984, membahas berbagai aspek kualifikasi profesional yang berwenang untuk melaksanakan audit yang diwajibkan oleh hukum (audit wajib).

 

Pendekatan Baru EU dan Integrasi Pasar Keuangan Eropa
Komisi mengumumkan bahwa EU perlu untuk bergerak secara tepat dengan maksud untuk memberikan sinyal yang jelas bahwa perusahaan yang sedang berupaya untuk melakukan pencatatan di Amerika Serikat dan pasar-pasar dunia lainnya akan tetap dapat bertahan dalam kerangka dasar akuntansi EU. EC juga menekankan agar EU memperkuat komitmennya terhadap proses penentuan standar internasional, yang menawarkan solusi paling efisien dan cepat untuk masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang beroperasi dalam skala internasional.
Pada tahun 2000, EC mengadopsi strategi pelaporan keuangan yang baru. Hal yang menarik dari strategi ini adalah usulan aturan bahwa seluruh perusahaan EU yang tercatat dalam pasar teregulasi, termasuk bank, perusahaan asuransi dan SME (perusahaan berukuran kecil dan menengah), menyusun akun-akun konsolidais sesuai dengan IFRS.

 

Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)
Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (International Organization of Securities Commissions – IOSCO) beranggotakan sejumlah badan regulator pasar modal yang ada di lebih dari 100 negara. Menurut bagian pembukaan anggaran IOSCO:
Otoritas pasar modal memutuskan untuk bekerja bersama-sama dalam memastikan pengaturan pasar yang lebih baik, baik pada tingkat domestik maupun internasional, untuk mempertahankan pasar yang adil, efisien dan sehat

  • Saling menukarkan informasi berdasarkan pengalaman masing-masing untuk mendorong perkembangan pasar domestic
  • Menyatukan upaya-upaya untuk membuat standar dan pengawasan efektif terhadap transaksi surat berharga internasional.
  • Memberikan bantuan secara bersama-sama untuk memastikan integritas pasar melalui penerapan standar yang ketat dan penegakan yang efektif terhadap pelanggaran.

Sebuah komite teknis IOSCO memusatkan perhatian pada pengungkapan dan akuntansi multinasional. Tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi proses yang dapat digunakan para penerbit saham kelas dunia untuk memperoleh modal dengan cara yang paling efektif dan efisien pada seluruh pasar modal yang terdapat permintaan investor.
Ringkasan Standar Pengungkapan Internasional untuk Penawaran Lintas Batas dan Penawaran Perdana oleh Perusahaan Penerbit Luar Negeri (Diterbitkan oleh Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal, 1998)

  1. Identitas Direktur, Manajemen Senior, dan Penasihat serta Pernyataan Tanggung jawab
    Standar ini mengidentifikasikan perwakilan perusahaan dan orang-orang yang terlibat dalam pencatatan saham perusahaan atau pendaftarannya dan menunjukkan orang yang bertanggung jawab. Definisi orang yang dibahas dalam standar ini mungkin berbeda di masing-masing negara dan ditentukan berdasarkan hukum negara asal.
  2. Menawarkan Statistik dan Perkiraan Jadwal
    Standar ini memberikan informasi utama mengenai cara melakukan penawaran dan identifikasi tanggal-tanggal penting yang terkait dengan penawaran. Perlu dipahami bahwa pencatatan tidak selalu melibatkan penawaran.
  3. Informasi Utama
    Standar ini meringkas informasi utama mengenai kondisi keuangan, kapitalisasi, dan faktor-faktor risiko perusahaan.
  4. Informasi Mengenai Perusahaan
    Standar ini memberikan informasi mengenai operasi usaha perusahaan, produk yang dihasilkan atau jasa yang diberikan dan faktor-faktor yang mempengaruhi usahanya tersebut.
  5. Evaluasi serta Prospek Operasi dan Keuangan
    Standar ini menyediakan penjelasan manajemen mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan, dan analisis manajemen mengenai faktor dan tren yang diperkirakan memiliki dampak yang material terhadap kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan di masa mendatang. Di beberapa negara, ramalan dan laporan mengenai prospek perusahaan untuk tahun berjalan dan atau periode lain di masa depan mungkin diwajibkan.
  6. Direktur dan Manajemen
    Standar ini memberikan informasi yang menyangkut direktur dan manajer perusahaan yang memungkinkan investor untuk memeriksa pengalaman, kualifikasi dan tingkat kompensasi orang-orang serta hubungan mereka dengan perusahaan. Definisi orang yang dibahas dalam standar pengungkapan ini dapat berbeda di masing-masing negara dan akan ditentukan oleh hukum negara asal. Informasi yang menyangkut karyawan perusahaan juga diwajibkan.
  7. Pemegang Saham Utama dan Transaksi Pihak Istimewa
    Standar ini memberikan informasi mengenai pemegang saham utama dan pihak lain yang mengendalikan atau mungkin mengendalikan perusahaan. Standar ini juga memberikan informasi mengenai transaksi-transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dengan pihak-pihak yang berafiliasi dengan perusahaan dan apakah persyaratan transaksi tersebut telah wajar bagi perusahaan.
  8. Informasi Keuangan
    Standar ini menjelaskan laporan keuangan manakah yang harus dimasukkan ke dalam dokumen, beserta periode yang tercakup, lamanya laporan keuangan dan informasi lain yang bersifat keuangan. Negara di mana suatu perusahaan melakukan pencatatan (atau sedang mendafar diri untuk melakukan pencatatan) akan menentukan struktur komprehensif prinsip-prinsip akuntansi dan audit yang akan diterima untuk digunakan dalam penyusunan dan audit laporan keuangan.
  9. Penawaran
    Standar ini memberikan informasi mengenai penawaran surat berharga, rencana distribusi surat berharganya dan masalah-masalah terkait.
  10. Informasi Tambahan
    Standar ini memberikan informasi yang kebanyakan bersifat wajib, yang tidak tercakup dalam dokumen yang ada.

sumber : http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/…/32026-9-474219208394.doc

METODE KUADRAT TERKECIL SEBAGAI DASAR ANALISIS BIAYA REPARASI DAN PEMELIHARAN MESIN X PADA PT.XXX

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan guna melengkapi syarat-syarat untuk mencapai

gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Jenjang Strata Satu

Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

Nama          : Vahmy Arria Fadlurrahman

NPM         :                                    28210343

Jurusan      :                                    Akuntansi

Kelas         :                                         4EB10

 FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

2014

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah

Perusahaan pada umumnya berusaha untuk menghasilkan laba secara terus menerus agar dapat menjamin kelangsungan hidup bagi perusahaan tersebut. Dalam menjalankan usahanya perusahaan akan berupaya untuk meminimkan pengeluaran, tujuan perusahaan tersebut akan berjalan dengan baik apabila perusahaan mampu mengendalikan pengeluaran biaya dengan lebih efektif.

Untuk menjaga peralatan dan mesin-mesin tersebut dapat terus dipakai demi kelangsungan proses produksi pada perusahaan maka mesin dan peralatan tersebut harus dipelihara dan dirawat, serta memakai mesin dan peralatannya pada tingkat volume biasanya diukur dengan satuan jam mesin yaitu seberapa lama mesin  itu dipakai dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu pihak perusahaan juga perlu memperhatikan besarnya biaya pemeliharaan dan reparasi mesin tersebut, terutama besarnya perubahan biaya. Perubahan biaya merupakan hal yang paling penting terutama dalam pengambilan keputusan, apakah keputusan tersebut menambah atau mengurangi anggaran biaya reparasi dan pemeliharaan. Bila angaran yang ditetapkan terlalu kecil, maka akan menghambat kelancaran proses produksi karena kurangnya dana untuk memperbaiki mesin yang mengalami kerusakan, bila hal ini terus berlanjut maka perusahaan akan mengalami kerugian. Demikian pula sebaiknya bila anggaran yang ditetapkan terlalu besar akan menyebabkan adanya idle fund (dana yang menganggur) kemungkinan terjadi manifulasi semakin besar, selain itu pengaruh nilai waktu luang akan mengakibatkan nilai dana tersebut semakin lama semakin kecil dan akhirnya akan mengakibatkan kerugian pada perusahaan tersebut.

Apabila hubungan antara volume kegiatan produksi dengan biaya pemeliharaan reparasi mesin dapat diketahui maka perusahaan akan dapat memperkirakan tentang biaya yang relavan sehingga dapat memutuskan berapa biaya anggaran yang akan ditetapkan diwaktu yang akan datang dengan tingkat volume produksi tertentu.

Oleh karena itu semakin tepatnya suatu keputusan tergantung keakuratan suatu estimasi (penafsiran). Dengan melihat betapa pentingnya keakuratan estimasi biaya pemeliharaan dan reparasi mesin. Berdasarkan pembahasan diatas, maka penulis mengambil judul “Metode Kuadrat Terkecil Sebagai Dasar Analisis Biaya Reparasi Dan Pemeliharaan Mesin X Pada PT.XXX”.

1.2    Rumusan Masalah dan Batasan Masalah

1.2.1.      Rumusan Masalah

Masalah yang ditimbulkan dari perusahaan dalam mengestimasikan biaya reparasi dan pemeliharaan mesin adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana cara pengestimasian biaya reparasi dan pemeliharaan?
  2. Berapakah persamaan linier untuk menentukan jumlah biaya taksiran reparasi dan pemeliharaan pada tahun 2006?
  3. Bagaimana hubungan biaya reparasi dan pemeliharaan dengan volume kegiatan?

1.2.2.      Batasan Masalah

Mengingat luasnya pokok permasalahan yang dihadapi suatu perusahaan,maka dalam karya ini penulis membatasi ruang lingkup yaitu bagaimana pengestimasian biaya reparasi dan pemeliharaan mesin berdasarkan volume kegiatan produksi pada setiap departemen Pharma Plant khususnya mesin X periode 2005 dan dan tidak memperhitungkan tahun perolehan aktiva tetap dan metode yang digunakan adalah metode kuadrat terkecil.

1.3  Tujuan Penelitian

Dengan adanya rumusan masalah maka tujuan penelitian adalah untuk dapat mengetahui  biaya yang relavan pada perusahaan dengan melihat korelasi hubungan antara biaya reparasi dan pemeliharaan mesin berdasarkan perubahan volume kegiatan pada perusahaan “ACTAVIS”,Sehingga dapat menaksirkan biaya reparasi dan pemeliharaan mesin untuk tahun yang akan datang.

1.4  Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian yang penulis buat meliputi :

  1. Manfaat akademis

Penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan informasi     mahasiswa dalam pengestimasian biaya reparasi dan pemeliharaan mesin.

  1. Manfaat praktis

Penelitian ini bermanfaat untuk perusahaan dengan cara membandingkan metode yang dipakai perusahaan terhadap metode penelitian yang penulis buat dan memberikan solusi kepada perusahaan dalam mengestiman biaya reparasi dan pemeliharaan mesin.

  

1.5.Metode Penelitian

1.5.1. Objek Penelitian

 Nama perusahaan         : PT. XXX

Alamat perusahaan      : Jl ABC

1.5.2. Data Perusahaan

 Data yang penulis ambil adalah Data Primer yaitu Data yang belum diolah perusahaan.

1.5.3. Metode Pengumpulan data

Metode penulisan yang hanya digunakan dalam penyusunan penulisan ilmiah dengan cara:

  1. Studi kepustakaan

Penulis melakukan penelitian kepustakaan dengan membawa buku, literature, serta tulisan-tulisan yang berkaitan dengan masalah.

  1. Studi lapangan

Dilakukan dengan cara mengadakan penelitian langsung (observasi) terhadap objek yang diteliti dengan meminta data yang berhubungan dan pembahasan masalah serta mewawancarai pihak yang berkaitan diperusahaan.

1.5.4. Alat analisis yang digunakan 

Alat analisis yang penulis gunakan dapat merupakan salah satu atau kombinasi dari:

  1. Analisis deskrptif

Penulis menggunakan tabel dalam menganalisa masalah.

  1. Analisa kuantitatif

Penulisan menggunakan rumus dengan metode kuadrat terkecil langkah-langkah :

  1. Menentukan besarnya biaya variabel satuan (b)
  1. Menentukan besarnya total biaya tetap (a)
  1. Menentukan anggaran biaya fleksibel

Y = a + b x

Ket :

X = Kapasitas jam mesin

Y = Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1. Pengertian dan Tujuan Estimasi Biaya

Pengetahuan mengenai bagaimana suatu biaya akan berubah dibawah berbagai macam pengaruh merupakan hal penting dalam estimasi biaya dimasa yang akan datang.

Masalah yang dihadapi akuntan dan manager sering kali disebut dengan penaksiran (estimasi) biaya atau apoksimasi biaya, yang merupakan usaha untuk merinci variable hubungan yang mendasar antara variable bebas (X) dan variable tidak bebas (Y).

Pengertian estimasi biaya menurut Sudarto (1996,134) adalah: “Merupakan jumlah yang timbul dari semacam estimasi. Jumlah tersebut dinyatakan kira-kira, baik biaya tetap maupun biaya variable, karena sulit dinyatakan jumlah yang pasti sejak sebelumnya”.

Sedangkan estimasi biaya menurut Hongren (1992,279) adalah: Usaha untuk merinci hubungan yang mendasar antara X hubungan yang mendasar antara Xah) relevan (Relevant Range) dari X yang ditentikan menjadi perhatian kita. Jadi dengan suatu kuantifikasi atas variable bebas X (misalnya jarak KM yang ditempuh), berapa besar variable tidak bebas Y (misalnya, total biaya reparasi).

Dari kedua definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa estimasi biaya adalah jumlah biaya yang merupakan variable tidak bebas yang tergantung dari variable bebas bedasarkan suatu hubungan atau pola tertentu.

Sedangkan tujuan estimasi biaya adalah untuk menunjukan rencana biaya yang diterapkan dimasa mendatang dan membantu pihak manajemen dalam pengambilan keputusan.

2.1.1. Pengertian Prilaku Biaya.

Pengertian prilaku biaya menurut Abdul Halim dan Bambang Supomo (1990,13) adalah: “Pola perubahan biaya dalam kaitan dengan perubahan volume kegiatan atau aktivitas perusahaan”.

Pengertian prilaku biaya menurut Mulyadi (1999,507) adalah: “Hubungan antara total biaya dan perubahan volume kegiatan”.

Pengertian prilaku biaya menurut Charles T. Horngren (1992,265) adalah “Hubungan antara biaya total dengan perubahan – perubahan yang terjadi dengan volume kegiatan “.

Pengertian prilaku biaya menurut Don R Hansen dan Maryanne M. Mowen (2000,85) adalah: “Istilah umum untuk menggambarkan apakah dalam hubungan  perusahaan dengan keluaran kegiatan”.

Pengertian prilaku biaya menurut Henry Simamora (1999,132) adalah “Bagaimana suatu biaya akan bereaksi untuk memberikan respons terhadap perubahan tingkat aktivitas usaha”.

Dari definisi diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa prilaku biaya adalah hubungan berdasarkan tingkah laku dan digunakan untuk menaksir biaya dan pengambilan keputusan.

2.1.2. Penentuan Prilaku Biaya

Menurut Mulyadi (2005,470) ada 3 faktor yang harus diperhitungkan dalam menetapkan pola prilaku suatu biaya adalah sebagai berikut:

1. Harus dipilih biaya yang akan diselidiki, pola prilaku biaya ini merupakan variable tidak bebas (dependet variable) dan biasanya dinyatakan dengan symbol Y.

2. Harus dipilih variable bebas (independent variable) yaitu suatu yang menyebabkan biaya tersebut berfluktuasi.

3. Harus dipilih kegiatan yang relevan (relevant range of activity) dimana hubungan antara variable bebas dan tidak bebas yang dinyatakan dalam fungsi biaya tersebut yang berlaku.

2.1.3. Penggolongan Biaya Berdasarkan Perubahan Volume Kegiatan

Pengertian biaya menurut Supriono (1992,185) adalah “Pengorbanan ekonomis yang dibuat untuk memperoleh barang atau jasa. Dengan kata lain, biaya adalah perolehan barang atau jasa yang diperlukan organisasi”.

Biasanya biaya diukur berdasarkan satuan moneter, bila di Indonesia satuannya adalah rupiah. Dalam Akuntansi Manajemen, istilah biaya digunakan dalam berbagai cara sesuai kebutuhan manajemen. Kebutuhan manajemen yang berbeda memerlukan cara penggolongan yang berbeda pula. Untuk estimasi biaya, terlebih dahulu harus diketahui penggolongan biaya berdasarkan perubahan volume kegiatan, biaya dibagi menjadi:

a. Biaya Tetap

Biaya tetap mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  1. Biaya yang jumlah totalnya tetap konstan, tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai tingkat tertentu.
  2. Biaya tetap persatuan berubah dengan adanya perubahan volume kegiatan.
  3. Biaya tetap atau biaya kapasitas digunakan untuk mempertahankan kemampuan beroperasi perusahaan pada tingkat kapasitas tertentu.
  4. Contoh : Biaya Overhead Pabrik tetap, biaya pemasaran tetap, biaya depresiasi aktiva tetap, dan lain-lain.

b. Biaya Variabel

Biaya variable mempunyai karakterstik sebagai berikut:

1.   Biaya yang jumlah totalnya akan berubah sebanding (proporsional) dengan perubahan volume kegiatan, semakin tingi volume kegiatan, semakin tinggi jumlah total biaya variable, semakin rendah volume kegiatan semakin rendah jumlah total biaya variable.

2.   Biaya variable konstan (tetap dengan adanya perubahan volume kegiatan).

3.   Contoh : Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, BOP variable, biaya pemasaran variable, dan biaya administrasi variable.

c. Biaya Semi Variable

Biaya semi variable memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Biaya semi variable jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak sebanding. Semakin tinggi volume kegiatan, semakin besar jumlah total biaya, semakin rendah volume kegiatan semakin rendah pula jumlah total biaya, tetapi perubahannya tidak sebanding.
  2. Biaya semi variable persatuan berubah terbalik dihubungkan dengan perubahan kegiatan, tetapi sifatnya tidak sebanding. Sampai dengan tingkat kegiatan tertentu semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan.
  3. Contoh : Biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap, biaya kendaraan, biaya telepon, biaya listrik dan lain-lain.

2.1.4. Pengertian Biaya

Pengertian biaya menurut Mulyadi (1999,81) adalah:  “Pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu”.

Pengertian biaya menurut Don K. Hansen dan Maryanne M.Mowen (2000,36) adalah: “Kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau masa akan datang dari organisasi”.

Pengertian biaya menurut Ray H. Garrison (1998,34) adalah: “Istilah biaya sebagai pengorbanan yang dilakukan agar memperoleh barang dan jasa”.

Dari definisi diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa ada 4 unsur pokok dalam definsi biaya adalah:

1. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi.

2. Diukur dalam satuan uang

3. Yang telah terjadi atau dasar potensial yang akan terjadi

4. Pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu.

Maka biaya adalah suatu pengorbanan yang dilakukan untuk mendapatkan barang atau jasa yang akan dinilai dengan uang dan memberikan manfaat dimasa yang akan datang

2.1.5. Pengertian Biaya Reparasi Dan Pemeliharaan

Pemeliharaan merupakan suatu alat bagi pimpinan perusahaan dalam melancarkan proses produksi atau meningkatkan produksi secara tepat baik secara kualitas maupun kuantitas. Untuk melaksanakan pemeliharaan dan reparasi terhadap aktiva tetapnya, perusahaan perlu mengeluarkan biaya yang sering disebut dengan biaya reparasi dan pemeliharaan.

Pengertian biaya reparasi dan pemeliharaan menurut Machfoedz (1983,234) adalah: “Biaya yang dikeluarkan untuk memelihara aktiva tetap agar kondisinya selalu normal untuk operasi perusahaan, tetapi tidak menambah manfaat ekonomi yang ada”.

Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin dalam pencatatan akuntansi diperlakukan sebagai biaya pada saat terjadinya.

Contoh biaya reparasi dan pemelihraan disini adalah:

  1. Biaya menjaga fasilitas mesin.
  2. Biaya penggantian bagian mesin tertentu/minyak pelumas.
  3. Biaya untuk membersihkan mesin-mesin
  4. Dan lain-lain

Dalam mengestimasikan biaya pemeliharaan dan reparasi mesin, biasanya perlu diketahui perubahan dan fluktuasi volume kegiatan produksi. Volume kegiatan biasanya diukur dengan jumlah jam tenaga langsung, jumlah produk perunit, jam mesin dll.

Pengestimasian biaya reparasi dan pemeliharaan dalam penulisan ini mengukur volume kegiatan bedasarkan jam mesin. Untuk mengestimasi biaya reparasi dan pemeliharaan, terlebih dahulu biaya ini harus dipisahkan sebagai biaya tetap dan biaya variable karena biaya reparasi dan pemeliharaan ini termasuk biaya semi variable. Umumnya digambarkan dalam suatu persamaan matematika dalam bentuk garis lurus atau linier yaitu:

Y = a + b (X)

Y = Jumlah total biaya

a =Jumlah total biaya tetap

b =biaya variable satuan

X =Jumlah volume kegiatan

2.2. Kajian Penelitian Sejenis

Dewi Kusuma Ningkrum adalah mahasiswa gunadarma jurusan Akuntansi,membuat penelitian ilmiah berjudul “Pengestimasian Biaya Reparasi dan Pemelihaan Mesin Berdasarkan Volume Kegiatan”  (1998-1999).

Dwi Nita Kusumaningkrum adalah mahasiswa Gunadarma jurusan Akuntansi,membuat penelitian ilmiah berjudul “Metode Kuadrat Terkecil Sebagai Dasar Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Mesin Jahit ” (2004-2005)

2.3. Alat Analisis

Secara umum, hubungan antara biaya total dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam volume kegiatan dikenal dengan prilaku biaya. Karena biaya seringkali tidaklah tepat termasuk pada kategori yang variable maupun tetap, maka terdapat sejumlah prilaku biaya yang beraneka ragam, yang secara teknis disebut fungsi-fungsi biaya.

Menurut Hongren (1992,276) fungsi biaya didefinisikan sebagai “Suatu hubungan atau perbandingan antara suatu biaya dengan satu variable atau lebih”.

Fungsi biaya adalah linier pada daerah yang relevan dan pengestimasian secara garis lurus seringkali dipandang cukup tepat bagi sebagian besar keputusan. Prilaku biaya yang “murni” dapat dijelaskan dengan baik oleh satu variable bebas dan bukan lebih dari satu variable.

Menurut Mulyadi (2005,471) pemisahan biaya semi variable menggunakan pendekatan histories atau prilaku biaya sesungguhnya masa lalu. Anggapan dasar dari pendekatan prilaku biaya masa lalu adalah biaya masa datang akan mempunyai prilaku yang sama dengan biaya masa lalu. Ada 2 pendekatan dalam memperkirakan fungsi biaya:

2.3.1. Pendekatan Historis

Didalam pendekatan histories, fungsi biaya ditemukan dengan cara menganalisa biaya dimasa yang lalu dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan dalam masa yang sama. Ada 3 metode untuk memperkirakan atau menentukan fungsi biaya dengan pendekatan histories:

a. Metode Titik Tertinggi dan Titik Terendah

Metode ttik tertinggi dan titik terendah memisahkan biaya variable dan biaya tetap dalam periode tertentu dengan mendasarkan kapasitas dan biaya pada titik tertinggi dan titik terendah. Perbedaan biaya antara kedua titik tersebut disebabkan adanya perubahan kapasitas dan besarnya tarif biaya variable satuan, sehingga persamaan Y = a + b(X) dapat ditentukan.

Langkah-langkah:

1. Menentukan biaya variable satuan atau (b)

Rumus =         b = Yt – Yr

Xt – Xr

2. Menentukan besarnya biaya tetap atau (a)

Pada titik tertinggi rumusnya:             a = Yt – b (Xt)

Pada titk terendah rumusnya:             a = Yr – b(Xr)

3.Menentukan besarnya anggaran biaya fleksibel:

Y = a + b(X)

Dimana:

Yt = jumlah biaya pada titik tertinggi

Yt = jumlah biaya pada titik terendah

a = jumlah total biaya tetap

Xt = kapasitas tertinggi

Xt = Kapasitas terendah

b. Metode Kuadrat Terkecil

Metode kuadrat terkecil adalah metode pemisahan biaya variable dan biaya tetap dengan cara menentukan hubungan variable, tergantung dengan variable bebas dari sekumpulan data. Dalam penulisan ini variable tergantung (Y) adalah biaya reparasi dan pemeliharaan mesin dan variable bebas (X) adalah kapasitas jam mesin:

Langkah-langkah:

1. Menentukan besarnya biaya variable satuan atau (b)

Rumus:                 b = n.S XY – SX . SY

n.SX2 – S(X)2

2. Menentukan besarnya total biaya tetap atau (a)

Rumus:            a = SY – bSX

N

3. mentukan anggaran biaya fleksibel

Rumus:            Y = a + b(X)

Dimana:

X = kapasitas jam mesin

Y = biaya reparasi dan pemeliharaan mesin

c. Metode Biaya Bersiap

Metode biaya bersiap atau berjaga adalah metode pemisahan biaya tetap atau biaya variable dengan cara menghitung besarnya biaya pada keadaan perusahaan atau pabrik ditutup untuk sementara tetapi dalam keadaan siap untuk beroprasi, besarnya biaya bersiap dan dianggap sebagai total biaya tetap atau (a).

Setelah total biaya tetap atau (a) diketahui, langkah berikutnya adalah menentukan besarnya biaya variable satuan dari tingkat kegiatan rata-rata dan biaya rata-rata dengan rumus:

_                _

Y = a + b X

_          _                                 _

B X = Y – a    atau     b = Y – a

_

X

Dimana:

_

Y = Biaya rata-rata

_

X = tingkat kegiatan rata-rata

a = biaya tetap

b = biaya variable

Langkah-langkah:

1. Menentukan besarnya total biaya tetap atau (a)

2. Menentukan besarnya biaya variable satuan atau(b)

3. Menentukan besarnya anggaran fleksibel dengan rumus:

Y = a + b(X)

d. Metode Grafik Statistikal

Metode grafik statistical adalah metode pemisahan biaya tetap dan biaya variable dengan cara menggambarkan biaya setiap bulan pada suatu grafik dan menarik suatu garis lurus ditengah titik biaya tersebut.

Langkah-langkah dalam pembuatan grafik statistical adalah:

1. Membuat denah atau grafik statistilkal.

Dari tegak lurus atau vertical disebut sumbu Y yang menunjukan besarnya    tingkatan biaya, garis mendatar atau horizontal disebut sumbu X yang   menunjukan tingkatan kapasitas atau kegiatan.

2. Menunjukan biaya setiap bulan pada grafik statistical

Biaya tiap bulan digambarkan pada grafik sesuai dengan besarnya biaya dan  tingkat kegiatan.

3. Ditarik garis b atau biaya

Dari semua titik-titik biaya ditarik garis lurus melewati ditengah-tengah titik  tersebut sampai memotong sumbu Y, Garis tersebut adalah garis b atau total  biaya.

4. Menentukan besarnya total biaya tetap atau a

Perpotongan garis b atau a biaya dengan sumbu Y dianggap atau menunjukan         total biaya tetap atau a, perpotongan dengan sumbu Y ditarik garis kekanan secara horizontal atau mendatar yang mmerupakan garis a yang menunjukan total biaya tetap.

5. Menentukan besarnya biaya variable satuan atau b

Besarnya biaya variable satuan atau b adalah:

_

b = SY – an           atau       b = Y – a

SX                                           _

X

Biaya variable satuan menunjukan kemiringan atau slop garis B atau total   biaya.

6. Menentukan persamaan anggaran fleksibel

Setelah a dan b diketahui, dapat disusun persamaan anggaran fleksibel perbulan    atau pertahun, yaitu dengan rumus:

Y = a + bX

2.3.2. Metode Analitis

Didalam metode analitis diadakan kerja sama diantara orang-orang tekhnik dan staff anggaran untuk mengadakan penyelidikan terhadap tiap-tiap fungsi (kegiatan atau pekerjaan) guna menentukan pentingnya fungsi tersebut, metode pelaksanaan yang paling efisien dan jumlah biaya bersangkutan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut pada berbagai tingkat kegiatan.

2.4. Koeffsien Determinan

Koeffsien determinan (r2) merupakan ukuran yang menunjukan persentase perubahan variable tak bebas (Y) yang disebabkan hubungan linier dengan variable bebas (X). Biaya tidak hanya tidak berubah dalam hubungannya dengan volume kegiatan, namun masih ada factor lain yang berpengaruh terhadap prilaku biaya.

Dengan menghitung koeffsien determinan dapat diketahui beberapa persen perubahan suatu biaya yang disebabkan oleh perubahan volume kegiatan.

Rumus:

_

r2 = S (Y – Y)2S (Y – Y’)2

_

S(Y-Y)2

Dimana:

Y = Biaya masa lalu

Y’ = Taksiran biaya dengan persamaan Y = a + b(X)

_

Y = Rata-rata biaya masa lalu

2.5. Kesalahan Standar Taksiran

Kesalahan standar taksiran adalah deviasi standar atau penyimpangan standar kuadrat terkecil. Kadang kala perkiraan besarnya biaya menyimpang jauh dari biaya yang sesungguhnya terjadi. Hal ini disebabkan karena adanya unsur ketidakpastian, misalnya penaksiran yang kurang memperoleh informasi tentang masa depan.

Dengan menggunakan fungsi biaya yang dibuat dengan Metode  Kuadrat Terkecil, Kesalahan standar taksiran berguna untuk menentukan taksiran interval biaya masa datang, apabila diketahui prosentase tingkat kepercayaannya.

Rumus:

Se =          S (Y – Y’)2

n-2

Dengan tingkat kepercayaan 95%, standar error menentukan taksiran interval biaya dengan rumus:

Y^ = (a + bX) + t0.025 (se)

Dimana:

Se = Standar error (kesalahan standar taksiran)

Y = Biaya masa lalu

Y^ = Taksiran biaya masa depan

X = Tingkat kapasitas tertentu

n = Jumlah data

t0.025 = Tingkat kepercayaan 95%

n-2 = Tingkat kebebasan.

Arti 2 dalam n-2 adalah banyaknya konstanta dalam persamaan regresi  yaitu a dan b

2.6 Standar Error Koefisien Determinasi.

Analisa regresi dengan persamaan Y= a + b (x) mendasarkan pada anggapan bahwa y mempunyai hubungan linier dengan x.Hubungan biaya reparasi dan pemeliharaan yang dinyatakan persamaan Y= a + b (x) berarti setiap ada perubahan biaya reparasi dan pemeliharaan sebesar b. Jika x dan y tidak mempunyai hubungan linier (yang berarti b=0) maka penggunaan persaman garis Y= a + b (x) untuk menaksir biaya reparasi dan pemeliharaan akan menghasilkan taksiran yang keliru. Oleh karena itu sebelum persamaan garis regresi tersebut dipakai untuk menaksir biaya,perlu dilakukan pengujian terhadap ada tidaknya hubungan linier antara x (jam mesin) dan y (biaya reparasi dan pemeliharaan) tesebut. Oleh karena itu diperlukan penilaian atau pengujian hipotesis yang berhubungan dengan b sebagai berikut:

1. Hipotesis 0 ® b = 0, tidak ada hubungan perubahan antara y dan x.

2. Hipotesis 0 ® b ¹ 1, ada hubungan perubahan antara y dan x.

Rumus:

Sb =          Se

S(x-x)2

Untuk mengetes hipotesa nol (Ho) dimana b = 0,diperlukan perhitungan nilai t yang menggambarkan standar error yang menghitung nilai b. Rumus nilai t adalah sebagai berikut:

t value =   b       

Sb

S= Standard error of the regretion coefficient

b   = Biaya variabel perunit

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

3.1. Objek Penelitian

Objek penelitian yang penulis ambil adalah sebagai berikut :

  1. Nama Perusahaan adalah PT. XXX
  2. Alamat Perusahaan di Jl. ABC

3.2. Data / Variabel yang Digunakan

Data yang penulis ambil adalah data primer yaitu data yang belum diolah perusahaan.

3.3. Metode Pengumpulan Data

Metode penulisan yang hanya digunakan dalam penyusunan penulisan ilmiah dengan cara:

  1. Studi kepustakaan

Penulis melakukan penelitian kepustakaan dengan membawa buku,                          literature, serta tulisan-tulisan yang berkaitan dengan masalah

  1. Studi lapangan

Dilakukan dengan cara mengadakan penelitian langsung (observasi) terhadap objek yang diteliti dengan meminta data yang berhubungan dan pembahasan masalah serta mewawancarai pihak yang berkaitan diperusahaan

 

3.4. Alat Analisis

Alat analisis yang penulis gunakan dapat merupakan salah satu atau kombinasi dari:

  1. Analisis deskrptif

Penulis menggunakan tabel dalam menganalisa masalah

  1. Analisa kuantitatif

Penulisan menggunakan rumus dengan metode kuadrat terkecil langkah-langkah :

  1. Menentukan besarnya biaya variabel satuan (b)
  1. Menentukan besarnya total biaya tetap (a)
  1. Menentukan anggaran biaya fleksibel

Y = a + b x

Ket :

X = Kapasitas jam mesin

Y = Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin

Dengan menggunakan metode kuadrat terkecil:

Langkah-langkah:

1. Menentukan besarnya biaya variable satuan atau (b)

Rumus:                 b = n.S XY – SX . SY

n.SX2 – S(X)2

2. Menentukan besarnya total biaya tetap atau (a)

Rumus:            a = SY – bSX

N

3. mentukan anggaran biaya fleksibel

Rumus:            Y = a + b(X)

Dimana:

X = kapasitas jam mesin

Y = biaya reparasi dan pemeliharaan mesin

SUMBER

Abdul Halim, dan Bambang Supomo, 1990, Akuntansi Manajemen, Edisi 1,

BPFE, Yogyakarta.

Bambang Kustituanto dan Rudy Badrudin, 1994, Statistika I (Deskriptif),

Gunadarma.

Garrison, Ray H, 1998, Akuntansi Manajemen, Edisi 5, Ak.Group, Yogyakarta.

Hansen, H.Don, Maryanne M, Mowen, 2000, Manajemen Biaya (Akuntansi dan

          Pengendalian), Edisi 1, Salemba Empat Jakarta.

Henry Simamora, 1999, Akuntansi Biaya, Jilid 5, Aditya Media, Yogyakarta.

Horngren, Charles T,1992, Pengantar Akuntansi Manajemen ,Erlangga, Jakarta.

Mas’ud Machfoedz dan Kumala Hadi, Akuntasi Keuangan Menengah, BPFE,

Yogyakarta.

Mulyadi, 1999, Akuntansi Biaya, STIE YKPN, Yogyakarta.

Mulyadi ,2005, Akuntansi Biaya, STIE YKPN, Yogyakarta.

S Sudarto, 1996, Akuntansi Manajemen , Gunadarma, Jakarta.

R.A. Supriyono, 1990,  Akuntansi Biaya Penggumpulan dan Penentuan            

          Harga pokok, Edisi 2Yogyakarta.

R.A. Supriyono, 1992,  Akuntansi Manajemen 1 (Konsep Dasar Akuntansi

         Manajemen dan Proses Perencanaan, Edisi 1, BPFE, Yogyakarta.

Nama : Vahmy Arria Fadlurrahman

Kelas : 4eb10

NPM : 28210343

ETIKA DALAM AUDITING

Menurut bahasa Yunani Kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti “timbul dari kebiasaan”. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika/

Auditing adalah suatu proses dengan apa seseorang yang mampu dan independent dapat menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti dari keterangan yang terukur dari suatu kesatuan ekonomi dengan tujuan untuk mempertimbangkan dan melaporkan tingkat kesesuaian dari keterangan yang terukur tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Etika dalam auditing adalah suatu proses yang sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi kegiatan ekonomi, dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut, serta penyampaian hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
1.      Kepercayaan Publik

Profesi akuntan memegang peranan yang penting dimasyarakat, sehingga menimbulkan ketergantungan dalam hal tanggung-jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan Publik merupakan kepentingan masyarkat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.
    2.      Tanggung Jawab Auditor Kepada Publik
Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani secara keseluruhan. Publik akan mengharapkan akuntan untuk memenuhi tanggung jawabnya dengan integritas, obyektifitas, keseksamaan profesionalisme, dan kepentingan untuk melayani publik. Para akuntan diharapkan memberikan jasa yang berkualitas, mengenakan jasa imbalan yang pantas, serta menawarkan berbagai jasa dengan tingkat profesionalisme yang tinggi. Atas kepercayaan publik yang diberikan inilah seorang akuntan harus secara terus-menerus menunjukkan dedikasinya untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.
Ketika auditor menerima penugasan audit terhadap sebuah perusahaan, hal ini membuat konsequensi terhadap auditor untuk bertanggung jawab kepada publik. Penugasan untuk melaporkan kepada publik mengenai kewajaran dalam gambaran laporan keuangan dan pengoperasian perusahaan untuk waktu tertentu memberikan ”fiduciary responsibility” kepada auditor untuk melindungi kepentingan publik dan sikap independen dari klien yang digunakan sebagai dasar dalam menjaga kepercayaan dari publik.
    3.      Tanggung Jawab Dasar Auditor
The Auditing Practice Committee, yang merupakan cikal bakal dari Auditing Practices Board, ditahun 1980, memberikan ringkasan (summary) tanggung jawab auditor :
a.       Perencanaan, Pengendalian dan Pencatatan. Auditor perlu merencanakan, mengendalikan dan mencatat pekerjannya.
b.      Sistem Akuntansi. Auditor harus mengetahui dengan pasti sistem pencatatan dan pemrosesan transaksi dan menilai kecukupannya sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.
c.       Bukti Audit. Auditor akan memperoleh bukti audit yang relevan dan reliable untuk memberikan kesimpulan rasional.
d.      Pengendalian Intern. Bila auditor berharap untuk menempatkan kepercayaan pada pengendalian internal, hendaknya memastikan dan mengevaluasi pengendalian itu dan melakukan compliance test.
e.       Meninjau Ulang Laporan Keuangan yang Relevan. Auditor melaksanakan tinjau ulang laporan keuangan yang relevan seperlunya, dalam hubungannya dengan kesimpulan yang diambil berdasarkan bukti audit lain yang didapat, dan untuk memberi dasar rasional atas pendapat mengenai laporan keuangan.
     4.      Independensi Auditor
Independensi adalah keadaan bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain. Terdapat tiga aspek independensi seorang auditor, yaitu sebagai berikut :
a.       Independence in fact (independensi dalam fakta). Artinya auditor harus mempunyai kejujuran yang tinggi, keterkaitan yang erat dengan objektivitas.
b.      Independence in appearance (independensi dalam penampilan). Artinya pandangan pihak lain terhadap diri auditor sehubungan dengan pelaksanaan audit.
c.       Independence in competence (independensi dari sudut keahliannya). Independensi dari sudut pandang keahlian terkait erat dengan kecakapan profesional auditor.
     5.      Peraturan Pasar Modal dan Regulator Mengenai Independensi Akuntan Publik
Pasar modal memiliki peran yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. institusi yang bertugas untuk melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan sehari-hari kegiatan pasar modal di Indonesia adalah Badan Pengawas Pasar Modal atau Bapepam. Bapepam mempunyai kewenangan untuk memberikan izin, persetujuan, pendaftaran kepada para pelaku pasar modal, memproses pendaftaran dalam rangka penawaran umum, menerbitkan peraturan pelaksanaan dari perundang-undangan di bidang pasar modal, dan melakukan penegakan hukum atas setiap pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Salah satu tugas pengawasan Bapepam adalah memberikan perlindungan kepada investor dari kegiatan-kegiatan yang merugikan seperti pemalsuan data dan laporan keuangan.
Ketentuan-ketentuan yang telah dikeluarkan oleh Bapepam antara lain adalah Peraturan Nomor: VIII.A.2/Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-20/PM/2002 tentang Independensi Akuntan yang Memberikan Jasa Audit Di Pasar Modal.
nama       :  Vahmy Arria Fadlurrahman
NPM       :  28210343
kelas       :  4EB10

Kode Etik Profesi Akuntansi

Setiap profesi yang memberikan pelayanan jasa pada masyarakat harus memiliki kode etik yang merupakan seperangkat moral-moral dan mengatur tentang etika professional (Agnes, 1996). Pihak-pihak yang berkepentingan dalam etika profesi adalah akuntan publik, penyedia informasi akuntansi dan mahasiswa akuntansi (Suhardjo dan Mardiasmo, 2002). Di dalam kode etik terdapat muatan-muatan etika yang pada dasarnya untuk melindungi kepentingan masyarakat yang menggunakan jasa profesi. Terdapat dua sasaran pokok dalam dua kode etik ini yaitu Pertama, kode etik bermaksud melindungi masyarakat dari kemungkinan dirugikan oleh kelalaian baik secara disengaja maupun tidak disengaja oleh kaum profesional. Kedua, kode etik bertujuan melindungi keluruhan profesi tersebut dari perilaku-perilaku buruk orang tertentu yang mengaku dirinya profesional (Keraf, 1998).

Kode etik akuntan merupakan norma dan perilaku yang mengatur hubungan antara auditor dengan para klien, antara auditor dengan sejawatnya dan antara profesi dengan masyarakat. Kode etik akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktek sebagai auditor, bekerja di lingkungan usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan. Etika profesional bagi praktek auditor di Indonesia dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (Sihwajoni dan Gudono, 2000).

Prinsip perilaku profesional seorang akuntan, yang tidak secara khusus dirumuskan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tetapi dapat dianggap menjiwai kode perilaku IAI, berkaitan dengan karakteristik tertentu yang harus dipenuhi oleh seorang akuntan.

Untuk mengawasi akuntan public, khususnya kode etik, Departemen Keuangan (DepKeu) mempunyai aturan sendiri yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.17 Tahun 2008 yang mewajibkan akuntan dalam melaksanakan tugas dari kliennya berdasarkan SPAP (Standar Profesi Akuntan Publik) dan kode etik. SPAP dan kode etik diterapkan oleh asosiasi profesi berdasarkan standar Internasional. Misalkan dalam auditing, SPAP berstandar kepada International Auditing Standart.

Laporan keuangan mempunyai fungsi yang sangat vital, sehingga harus disajikan dengan penuh tanggung jawab. Untuk itu, Departemen Keuangan menyusun rancangan Undang-undang tentang Akuntan Publik dan RUU Laporan Keuangan. RUU tentang Akuntan Publik didasari pertimbangan untuk profesionalisme dan integritas profesi akuntan publik. RUU Akuntan Publik terdiri atas 16 Bab dan 60 Pasal , dengan pokok-pokok mencakup lingkungan jasa akuntan publik, perijinan akuntan publik, sanksi administratif, dan ketentuan pidana.

Menurut International Federation of Accountants (dalam Regar,2003) yang dimaksud dengan profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian  di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik.

Dalam arti sempit, profesi akuntan adalah lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan sebagai akuntan publik yang lazimnya terdiri dari pekerjaan audit, akuntansi, pajak dan konsultan manajemen.

Profesi Akuntan biasanya dianggap sebagai salah satu bidang profesi seperti organisasi lainnya, misalnya Ikatan Dokter Indonesia(IDI). Supaya dikatakan profesi  ia harus memiliki beberapa syarat sehingga masyarakat sebagai objek dan sebagai pihak yang memerlukan profesi, mempercayai hasil kerjanya. Adapun ciri profesi menurut Harahap (1991) adalah sebagai berikut:

  1.  Memiliki bidang ilmu yang ditekuninya yaitu yang merupakan pedoman dalamelaksanakan  keprofesiannya.

2.     Memiliki kode etik sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku anggotanya dalam profesi itu.

3.     Berhimpun dalam suatu organisasi resmi yang diakui oleh masyarakat atau pemerintah.

4.     Keahliannya dibutuhkan oleh masyarakat.

5.  Bekerja bukan dengan motif  komersil tetapi didasarkan kepada fungsinya sebagai kepercayaan masyarakat.

B. Aturan Etika

a. Independensi, Integritas dan Obyektivitas

Independensi berarti dalam menjalankan tugasnya, anggota KAP harus selalu mempertahankan sikap mental independen di dalam memberikan jasa profesional sebagaimana diatur dalam standar profesional akuntan publik yang ditetapkan oleh IAI.

Integritas dan Obyektifitas dimana anggota KAP mempertahankan integrits dan obyektifitas harus bebas dari konflik kepentingan dan tidak boleh membiarkan adanya salah saji.

b. Standard Umum dan Prinsip Akuntansi

Standard Umum , seorang anggota KAP harus mematuhi standard yang dikeluarkan oleh badan pengatur standard.

c. Tanggung Jawab Kepada Klien

Anggota KAP tidak diperkenankan mengungkapkan informasi klien yang rahasia tanpa persetujuan klien.

d. Tanggung Jawab kepada Rekan

Anggota wajib memlihara citra profesi dan tidak melakukan perkataan dan perbuatan yang dapat merusak citra reputasi rekan seprofesi.

e. Tanggung jawab Praktik lain

Anggota tidak diperkenankan melakukan tindakan dan atau mengucapkan perkataan yang dapat mencemarkan profesi.

  • Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:

(1) Prinsip Etika,

(2) Aturan Etika, dan

(3) Interpretasi Aturan Etika.

  • Prinsip Etika Profesi Ikatan Akuntan Indonesia

1.      Tanggung jawab profesi

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

2.      Kepentingan Publik

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka

3.      Integritas

Untuk memelihara clan meningkatkan kepercayaan publik, Setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.

4.      Objektivitas

Setiap anggota harus menjaga obyektivitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

5.      Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati­hatian, kompetensi clan ketekunan, Berta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.

6.      Kerahasiaan

Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kiewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.

7.      Perilaku Profesional

Setiap Anggota harus berperilaku yang konsisten dalam reputasi profesi yang baik clan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.

8.      Standar Teknis

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas clan obyektivitas.

 

nama       :  Vahmy Arria Fadlurrahman
NPM       :  28210343
kelas       :  4EB10

 

http://wikanpre.wordpress.com/2011/10/17/etika-profesi-akuntansi/

http://enomutzz.wordpress.com/2012/01/27/kode-etik-profesi-akuntansi/

http://denyil.wordpress.com/2013/11/13/tugas-5-kode-etika-profesi-akuntansi-2/

Perilaku Etika Dalam Profesi Akuntansi

Etika Profesional Profesi Akuntan Publik

   Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam konggresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan Indonesia, kemudian disempurnakan dalam konggres IAI tahun 1981, 1986,1994, dan terakhir tahun 1998. Etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia.
       Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik, yang menyediakan berbagai jenis jasa yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik, yaitu auditing, atestasi, akuntansi dan review, dan jasa konsultansi. Auditor independen adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dijabarkan ke dalam Etika Kompartemen Akuntan Publik untuk mengatur perilaku akuntan yang menjadi anggota IAI yang berpraktik dalam profesi akuntan publik.
         1. Akuntansi sebagai profesi dan peran akuntan.
Profesi akuntansi merupakan sebuah profesi yang menyediakan jasa atestasi maupun non- Atestasi kepada masyarakat dengan dibatasi kode etik yang ada. Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi, objektif dan mengutamakan integritas. Yang dimaksud dengan profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik.Dalam arti sempit, profesi akuntan adalah lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan sebagai akuntan publik yang lazimnya terdiri dari pekerjaan audit, akuntansi, pajak dan konsultan manajemen.

Peran akuntan dalam perusahaan tidak bisa terlepas dari penerapan prinsipGood Corporate Governance (GCG) dalam perusahaan. Meliputi prinsip kewajaran(fairness), akuntabilitas (accountability), transparansi (transparency), dan responsibilitas (responsibility). Peran akuntan antara lain :

  • Akuntan Publik (Public Accountants)
 Akuntan publik atau juga dikenal dengan akuntan eksternal adalah akuntan independen yang memberikan  jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Mereka bekerja bebas dan umumnyamendirikan suatu kantor akuntan. Yang termasuk dalam kategori akuntan publik adalah akuntan yang bekerja pada kantor akuntan publik (KAP) dan dalam prakteknya sebagai seorang akuntan publik dan mendirikan kantor akuntan, seseorang harus memperoleh izin dari DepartemenKeuangan. Seorang akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan (audit), misalnya terhadap jasaperpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan jasa penyusunan system manajemen.
  • Akuntan Intern (Internal Accountant)
Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Akuntanintern ini disebut juga akuntan perusahaan atau akuntan manajemen. Jabatan tersebut yang dapat diduduki mulai dari Staf biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan. tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern.
  •   Akuntan Pemerintah (Government Accountants)
Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya dikantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK).
  •   Akuntan Pendidik
Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar, dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.
          2. Ekspektasi Publik.
Masyarakat pada umumnya mengatakan akuntan sebagai orang yang profesional khususnya di dalam bidang akuntansi. Karena mereka mempunyai suatu kepandaian yang lebih di dalam bidang tersebut dibandingkan dengan orang awam sehingga masyarakat berharap bahwa para akuntan dapat mematuhi standar dan sekaligus tata nilai yang berlaku dilingkungan profesi akuntan, sehingga masyarakat dapat mengandalkan kepercayaannya terhadap pekerjaan yang diberikan. Dalam hal ini, seorang akuntan dipekerjakan oleh sebuah organisasi atau KAP, tidak akan ada undang-undang atau kontrak tanggung jawab terhadap pemilik perusahaan atau publik.Walaupun demikian, sebagaimana tanggung jawabnya pada atasan, akuntan professional publik mengekspektasikannya untuk mempertahankan nilai-nilai kejujuran, integritas, objektivitas, serta pentingannya akan hak dan kewajiban dalam perusahaan.
         3. Nilai – Nilai etika Vs teknik akuntan / auditing.

  • Integritas: setiap tindakan dan kata-kata pelaku profesi menunjukan sikap transparansi,kejujuran dan  konsisten.
  •      Kerjasama: mempunyai kemampuan untuk bekerja sendiri maupun dalam tim.
  •     Inovasi: pelaku profesi mampu memberi nilai tambah pada pelanggan dan proses kerja Denan metode baru.
  •    Simplisitas: pelaku profesi mampu memberikan solusi pada setiap masalah yang timbul, dan masalah yang kompleks menjadi lebih sederhana.
Teknik akuntansi adalah aturan-aturan khusus yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntan yang menerangkan transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi tersebut.
          4. Perilaku etika dalam pemberian jasa akuntan publik.
Dari profesi akuntan publik inilah Masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas Tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan Keuangan oleh manajemen perusahaan. Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi Masyarakat, yaitu:
  • Jasa assurance adalah jasa profesional independen Yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan.
  •       Jasa atestasi Adalah suatu pernyataan pendapat, pertimbangan orang yang Independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai Dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan.
  •       Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan public Yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan Negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
nama       :  Vahmy Arria Fadlurrahman
NPM       :  28210343
kelas       :  4EB10